Ikatan Penghambat Proses Menyusui

 

Bila latch on atau perlekatan bayi ke payudara rasanya sudah sempurna, namun masih sakit juga saat  dia menghisap ASI, mungkin bayi mengalami tongue-tied atau bahasa umumnya "lidah terikat", yakni kelainan bentuk frenulum atau tali lidah. Tali lidah seharusnya tidak terikat agar bayi dapat menyusu lancar.

Frenulum normal seharusnya elastis dan tidak mengganggu pergerakan lidah. Ketika frenulum pendek, tebal dan kaku, maka fungsi menyusu, makan, dan berbicara, pada seorang anak,  dapat terganggu. Di masa menyusui, tongue tied  pada bayi gejalanya terlihat dari rasa sakit pada saat ibu menyusui bayi.

Ada beberapa tanda tongue-tied yang dialami ibu:
  • Puting ibu lecet, bahkan sampai berdarah, akibat mulut bayi hanya menempel di puting dan gusi “mengunyah”  puting. Lidah bayi yang tidak bisa dijulurkan melebihi bibir atau gusi, tidak bisa melindungi puting. Masalah menyusui semakin parah apabila ukuran puting ibu besar dan/atau datar.
  • Puting tampak gepeng setelah menyusui bayi, penyebabnya adalah tertekan gusi bayi.  
  • Ada tanda putih di sekitar puting, bekas tekanan setelah selesai menyusui.
  • Ibu mengalami peradangan payudara atau mastitis,  sebab ASI yang seharusnya dikeluarkan tertahan dan menyebabkan sumbatan di saluran ASI.
Tanda-tanda tongue-tied juga bisa dikenali dari bayi, yaitu:
  • Bayi tidak bisa membuka mulut lebar-lebar, sehingga kesulitan latch-on.
  • Bayi sering kehilangan hisapan karena tidak bisa menempel dengan benar. Akibatnya, dia banyak menghirup udara dan menyebabkan perutnya kembung sehingga atau cepat "kenyang" saat menyusui.
  • Bayi mengeluarkan suara berdecak saat menyusu. Terjadi karena saat menyusu, lidahnya melakukan gerakan peristaltik untuk menghisap ASI, namun karena frenulum tidak fleksibel, maka timbul kesulitan.
  • Banyak ASI menetes dari sudut bibir, karena si kecil tidak mengunci payudara dengan bibir. Hal ini terjadi karena frenulum -letaknya di antara bibir dan gusi bagian atas-  tidak fleksibel, sehingga membatasi fleksibilitas dan gerakan bibir atas.
  • Bayi sering batuk, tersedak, bahkan muntah, ketika menyusui. Terjadi karena ia tidak bisa memasukkan puting ibu mengarah ke kerongkongannya, sehingga ASI langsung masuk ke kerongkongan.
  • Bayi rewel karena lelah menyusu tapi tidak bisa mendapat ASI sehingga ia tetap lapar. Sebagai perbandingan, bila bayi normal bisa mengosongkan payudara dalam waktu 10-15 menit, maka bayi dengan tongue-tied memerlukan waktu hingga dua jam untuk mengosonkan payudara. Karena merasa nyaman dalam pelukan ibu, bayi yang kelelahan juga sering tertidur saat menyusu.
  • Berat badan bayi tidak bertambah, karena ketidakmampuan bayi untuk melekat pada payudara membuatnya tidak bisa menstimulasi payudara ibu untuk mengeluarkan ASI secara maksimal. (me)
Baca juga:
Mengatasi Tongue Tied








 

Artikel Rekomendasi