Kontraksi, Pertanda Akan Melahirkan

 

shutterstock


Bunda yang baru pertama kali hamil, tentu belum punya pengalaman kontraksi. Kalau bertanya pada ibu baru lainnya, apa itu kontraksi dan bagaimana rasanya, pasti dijawab “hmmm…asyiiiiiik… ngeri-ngeri sedap.”

Kontraksi adalah tanda yang diberikan oleh tubuh bahwa janin di dalam rahim Anda siap lahir. Kontraksi ini hanya salah satu tanda, karena ada tanda lainnya, yaitu ketuban pecah, dan ada lendir berwarna merah muda.

Kontraksi pada awalnya tidak selalu dapat Anda rasakan. Terjadinya bertahap, mulai dari 30 menit sekali, sampai 5 menit sekali, disertai rasa mulas hebat.

Anda perlu mempelajari kerja tubuh pada akhir masa kehamilan sampai proses melahirkan. Kalau Anda paham apa yang terjadi, Anda dapat mengartikan sinyal tubuh secara lebih efektif, dan Anda dapat berpartisipasi lebih maksimal dalam proses melahirkan.
Ketika Anda melahirkan, pelvis atau panggul, uterus atau rahim, dan serviks atau jalan lahir, punya peran penting. Pahami tugas masing-masing;


- Tulang panggul dan otot panggul merupakan penopang bagi perkembangan rahim dan janin. Tulang dan otot panggul ini menjadi penyangga sampai bayi lahir.

- Rahim membungkus janin, akan terus membesar bersamaan dengan pertumbuhan janin.

- Serviks merupakan bagian dari rahim, tetapi memiliki jaringan yang berbeda. Selama hamil rahim akan menebal dan tertutup. Begitu mendekati waktu melahirkan, kontraksi akan menarik serviks ke dalam rahim, sehingga terjadi penipisan dan pelebaran. Inilah sumber rasa sakit saat kontraksi.

- Ketika serviks terbuka penuh (10 cm) kontraksi itu membantu bayi bergerak dari rahim menuju vagina.

- Bagian dalam vagina memiliki banyak lipatan yang disebut rugal – yang terbuka saat bayi lewat.

 
 
Tanda-tanda kontraksi menuju persalinan:


- Kontraksi ringan yang terjadi 15 – 20 menit sekali dengan durasi 60 sampai 90 detik.

- Jarak antara satu kontraksi dengan kontraksi berikutnya semakin dekat, yaitu 5 menit sekali, dengan durasi 30 sampai 70 detik.

- Semakin lama semakin kuat.

- Kontraksi mengalami perubahan pergerakan yang ditandai dengan rasa nyeri mulai dari lower back, bergerak ke perut bagian depan.

- Beberapa orang mengatakan, rasa mulasnya seperti kram saat menstruasi, hanya lebih kuat. Setiap orang memiliki pengalaman yang berbeda, sehingga kadar nyerinya pun berbeda.

 
Kapan harus ke rumah sakit?

Anda tak perlu terburu-buru ke rumah sakit, bila kontraksi yang terjadi masih kontraksi ringan. Catat dan tandai terjadinya kontraksi. Ketika kontraksi yang terjadi semakin dekat jaraknya, yaitu setiap 3 menit dengan durasi 45 sampai 60 detik.

Selama masih berjarak panjang fase kontraksi, sebaiknya Anda istirahat dengan tenang. Untuk mengurangi rasa mulas, Anda dapat berendam air hangat. Bila Anda mengalami pecah ketuban, sebaiknya Anda pergi ke rumah sakit.
 
Sakit kontraksi, apakah dapat dikurangi?

Saat Anda sudah berada di rumah sakit dan sedang mengalami kontraksi, lakukan beberapa hal ini untuk mengurangi rasa sakit:

- Kompres perut Anda dengan air hangat. Atau sempatkan mandi air hangat.

- Gunakan aroma terapi yang paling Anda sukai dan dapat menenangkan dir Anda.

- Lakukan afirmasi positif, bahwa setiap rasa sakit yang sedang Anda alami adalah proses pertemuan Anda dengan buah cinta Anda.

- Lakukan pergerakan dan bergantilah posisi tubuh.

- Bila dengan cara almi Anda tetap tak mampu menahan sakit, dokter akan menawari Anda Intrathecal Labour Analgesia (ILA). Yaitu bius lokal yang disuntikkan lewat tulang belakang untuk memblokir rasa sakit. Akan mati rasa di bagian pinggang hingga kaki.
Dengan dosis lebih ringan dibanding epidural (bius lokal untuk operasi sesar), ibu tetap dapat melahirkan secara normal.

 
Imma Rachmani

 



Artikel Rekomendasi