Menyusui Dengan Satu Payudara

 

Ada beberapa kondisi yang menyebabkan bayi tidak menyusu dari kedua payudara bundanya.
  1. Bundanya hanya punya satu payudara akibat masektomi atau operasi pengangkatan payudara -terjadi pada pasien kanker payudara.
  2. Rusaknya kelenjar dan saluran susu di salah satu payudara.  Jadi,  organ payudara tetap ada, tetapi kelenjar dan saluran ASI di dalamnya -glandula lactiferous dan ductus lactiferous- tidak berfungsi dengan baik akibat pernah dilakukan pengangkatan tumor, pemasangan silikon, implan, susuk, dan sebagainya.
  3. Infeksi kelenjar susu -engorgement atau mastitis- di salah satu payudara, juga bisa mengakibatkan bunda terpaksa menyusui dari satu payudara. Mastitis terjadi akibat kontak puting susu dengan bakteri, yang antara lain masuk lewat payudara yang luka. Ciri-cirinya: pembengkakkan payudara, terdapat benjolan berwarna kemerahan yang berisi nanah, nyeri, dan ada rasa panas. Dalam kasus ini, volume ASI bisa berkurang, hingga tidak keluar sama sekali.
  4. Penyebab paling umum menyusui dengan satu payudara, ternyata tidak berhubungan dengan penyakit atau gangguan itu semua. Melainkan, lebih sering akibat kebiasaan, yaitu, bayi dibiasakan menyusu hanya dari satu payudara, karena posisi tersebut terasa paling nyaman bagi tangan bunda. Misalnya, jika bunda merasa paling nyaman menggendong bayi dengan tangan kiri, maka bayi akan lebih banyak menyusu pada payudara kiri. Akibatnya, karena lebih sering dan lebih lama diisap, volume ASI di payudara kiri jadi lebih banyak dibanding payudara kanan.
  5. Favoritisme payudara tidak hanya terjadi pada bunda, pada bayi juga bisa. Beberapa bayi memang rewel bila disusui dengan salah satu payudara, dan baru mengisap dengan lahap bila disodorkan payudara satunya. Penyebabnya:
  • Payudara favorit memiliki simpanan ASI melimpah, sedangkan payudara satunya ASI-nya lebih sedikit.
  • payudara favorit memiliki puting yang lebih empuk, sedangkan payudara lainnya berputing rata atau masuk -sulit diisap.
  • bayi menderita gangguan di bagian tertentu tubuh, misalnya, torticolis atau otot leher kaku -disebabkan oleh posisi bayi di dalam kandungan-  membuat bayi lebih nyaman menolehke satu sisi saja, atau infeksi telinga, nyeri bekas imunisasi, dan sebagainya. (me)
Baca juga:
Sukses Menyusui Satu Payudara

 



Artikel Rekomendasi