Rambu Mendonorkan ASI

 

Berdasarkan survey kecil yang dilakukan ayahbunda melalui Facebook,  10 dari 20 orang ibu menyaratkan jenis kelamin calon bayi sepersusuan sama dengan bayi ibu pendonor. Empat di antaranya mengutamakan bayi yang seiman, sementara tiga orang ibu pendonor tidak menetapkan prasyarat apapun. Dari fakta ini terlihat bahwa ketika berbagi ASI, riwayat kesehatan calon pendonor belum menjadi perhatian utama. 
Mendonorkan ASI prinsipnya sama dengan mendonorkan darah karena ASI berpotensi menularkan penyakit. Banyak ibu yang tidak menyadari di dalam tubuhnya terdapat sejumlah virus yang bisa menular karena kekebalan tubuh orang dewasa lebih kuat. Dari luar tampak sehat, namun tidak ada yang bisa memastikan sampai screening kesehatan dilakukan. 

Pada bayi yang belum memiliki kekebalan tubuh sempurna, virus yang dibawa ASI bisa menginfeksi dan tertular penyakit. Hal ini sebenarnya bisa dihindari bila riwayat kesehatan ibu pendonor ASI diketahui. Niat mulia untuk mendonor ASI juga semustinya disertai dengan kesadaran bahwa nyawa seorang bayi –yang bukan bayi sendiri– menjadi tanggungjawab pendonor. Seorang ibu yang memutuskan ingin mendonorkan ASI-nya perlu melakukan pemeriksaan atau screening kesehatan.

Menurut dr. Elizabeth Yohmi, SpA, IBCLC, dokter spesialis anak dari RS St. Carolus, Jakarta, susu formula adalah pilihan lebih baik ketika Anda tidak bisa melakukan screening terhadap kesehatan calon ibu pendonor, apalagi sampai tidak mengenalnya sama sekali. “Screening ini sangat krusial,” tambahnya. Selain serangkaian tes kesehatan calon pendonor ASI, masih ada titik perhatian yang tak kalah penting dan harus diperhatikan sebelum memilih calon pendonor, yakni:
  • Pastikan higienis pada saat memerah dan menyimpan ASI, serta tidak terkontaminasi.
  • ASI tidak boleh disimpan bersama makanan lain.
  • Pastikan sesuai jangka waktu penyimpanan dan tempat penyimpanannya: dua bulan di freezer bagian atas pada kulkas dua pintu, dua minggu di freezer pada kulkas satu pintu dan dua hari di kulkas bagian bawah. 




 

Artikel Rekomendasi

post4

Mengenali Darah Nifas

Pasca melahirkan, Bunda akan menjalani 40 hari pemulihan yang disebut masa nifas. Pada masa nifas, tubuh akan melakukan penyesuaian untuk kembali pada kondisi tubuh sebelum hamil.... read more