Serba Serbi Menyusui yang Bunda Harus Tahu

 


Ilmu menyusui sudah banyak, informasi tentangnya juga mudah diakses. Tetapi ketika tiba masanya menyusui, ibu baru kerap bingung menjalaninya.

Bunda, menyusui tampak romantis, ya.  Seperti di gambar-gambar atau foto. Menyusui sambil tersenyum menatap wajah bayi. Betul, Anda dapat mengalami itu. Tapi pada awalnya Bunda harus belajar banyak hal.

Melahirkan sesar, ASI terlambat keluar

Inginnya begitu bayi lahir, ASI langsung keluar. Tapi mengapa yang keluar hanya dua tetes? Ternyata itu adalah kolostrum. Bunda tak perlu khawatir, karena lambung bayi hanya sebesar kelereng. Ia butuh kolostrum, dan kalau jumlahnya tidak banyak, itu akan cukup. Begitu bayi lahir, dekatkan mulutnya ke puting payudara agar ia mengisap. Isapan yang terus menerus akan merangsang produksi ASI yang sebenarnya sudah terbentuk.

Berbeda dengan ibu yang melahirkan normal, melahirkan secara sesar ASInya akan lebih lambat keluar. Pada ibu yang melahirkan normal, ASI akan lancar dalam 3 hari. Namun bukan berarti Anda sama sekali tidak dapat menyusui. Bayi yang lahir sesar lebih sering tidur. Bangunkan setiap 2 – 3 jam untuk disusui.

ASI keluar sebelum bersalin
ASI sudah terbentuk di trimester 2. Tidak aneh bila di kehamilam trimester 3, ASI sudah bisa keluar. Tapi bukan berarti bayi tidak akan mendapatkan kolostrum. Kolostrum tetap ada bersama ASI yang keluar di awal kelahiran bayi.

ASI tidak mungkin kurang atau berlebih

Pada hari-hari pertama menyusu, bayi sering menangis. Bunda pasti menduga dia kekurangan ASI. Pada 1 sampai 3 hari pertama setelah melahirkan, ASI memang sering belum keluar, tapi jumlahnya akan meningkat secara bertahap setiap hari, sehingga mencukupi kebutuhan bayi baru lahir.

Idealnya ASI tidak mungkin kurang atau berlebih. Yang ada adalah masalah psikologis pada ibu sehingga muncul istilah syndrome ASI kurang. Selain itu proses perlekatan yang salah bisa memengaruhi kemampuan bayi menyerap ASI. Kuncinya ibu tidak stress dan sesering mungkin menyusui dengan posisi yang tepat.

Apakah bayi cukup ASI atau tidak, indikatornya adalah berat badannya. Berat badan bayi akan meningkat 750 gram sampai 1 kilogram setiap bulan sampai usia 3 bulan. Kemudian meningkat sekitar 450 – 600 gram tiap bulan dari usia 3 sampai 6 bulan. Trimester berikutnya penambahan sekitar 400 – 500 gram setiap bulan.

ASI encer dan warnanya beda

Kalau ASI encer itu bukan berarti kualitasnya jelek. Ada dua jenis ASI di dalam payudara. Ada foremilk, ada hindmilk. Keduanya berbeda warna dan kandungan gizinya. Selama 5 menit pertama warna ASI agak kebiruan bening dan tampak lebih encer – inilah yang disebut foremilk yang berisi protein, laktosa dan nutrisi lainnya. Sedangkan yang kental adalah hindmilk, berisi lemak.

Growth spurt, bayi tumbuh pesat

Growth sprut adalah kondisi yang dialami bayi – yaitu pertumbuhan berat dan tinggi yang sangat cepat. Pada saat ini ia menyusu lebih sering dan lebih lama dari biasanya. Menyusu lebih sering dan lebih lama, juga bisa menjadi pertanda dia sedang melawan penyakit.
Penuhi kebutuhannya dengan terus memberinya ASI. Selama proses menyusui ASI eksklusif, ada periode ketika kebutuhan bayi meningkat, yaitu usia 2 minggu, 6 minggu, dan 3 bulan. Ikuti keinginan bayi, supaya produksi ASI yang dibutuhkan meningkat. Pantau terus berat badan bayi.
 
Imma Rachmani

 

 



Artikel Rekomendasi