4 Perasaan Bunda Saat Pertama Kali Menggendong Bayinya

 


Foto: Pixabay

Setelah bersama-sama menjalani 9 bulan menakjubkan, Bunda pun tidak sabar untuk bertemu si kecil. Apakah selalu dipenuhi kebahagiaan dan merasakan bonding secara instan? Belum tentu. Kadang memang butuh waktu—bisa hitungan minggu bahkan bulan!—untuk menerima kenyataan bahwa Anda adalah seorang ibu baru. Bahkan menurut penelitan dilansir Webmd.com, sekitar 20% orangtua baru tidak merasakan koneksi emosional dengan bayinya yang baru lahir. Setidaknya ada 4 perasaan yang muncul saat Bunda menggendong si kecil untuk pertama kalinya seperti yang berikut ini.

1. Bahagia dan lega
Mengetahui bayi Anda lahir dengan selamat dan sehat tentunya merupakan momen luar biasa yang bisa dirasakan seorang ibu. Ada yang menangis untuk mengekspresikan kebahagiaannya, ada pula ibu yang hanya bisa memeluk erat si kecil. Rasa syukur dan lega telah melalui persalinan muncul bersamaan dengan kebahagian yang Bunda rasakan.

2. Takjub dan terpesona
Melihat fisiknya yang mungil dan rapuh membuat Anda tidak bisa melepaskan pandangan dari si kecil. Istilahnya Bunda jatuh cinta pada pandangan pertama kepada sang bayi. Tak henti-hentinya muncul pertanyaan kepada diri sendiri, “Kok, bayi cantik/tampan ini jadi anak saya?”
Perasaan memuja dan terpesona sangat normal dirasakan oleh seorang ibu baru. Hal ini disebabkan oleh semburan hormon oksitosin pada otak dan aliran darah yang menimbulkan perasaan cinta sangat intens dan euforia, seperti dilansir dari Healthday.com.

Ayah baru pun tidak kebal kebal terhadap pesona si kecil. Sebuah penelitian di Kanada menyebutkan bahwa kadar testosteron pada laki-laki cenderung turun setelah mereka menjadi ayah untuk pertama kalinya. Yang lebih menarik lagi, munculnya estrogen tambahan pada diri ayah baru. Menurut Diane Witt, seorang ahli saraf National Science Foundation, estrogen membuat otak lebih sensitif terhadap oksitosin, mungkin inilah yang membuat ayah baru berubah menjadi lebih penuh kasih dan perhatian.

3. Aneh
Ada pula Bunda yang merasa aneh melihat sosok kecil dalam gendongan. Meski sudah bersama selama 9 bulan di dalam perut, beberapa ibu tidak merasakan koneksi atau ikatan emosional terhadap bayinya. Hal yang wajar, kok, karena mungkin Anda melihat ‘orang lain’ yang selalu minta perhatian dan sangat bergantung pada ibunya.

4. Sedih dan depresi
Anda tiba-tiba menangis beberapa saat setelah melahirkan si kecil? Tenang, banyak ibu baru yang melakukannya. Sering kali perasaan sedih ini tidak ada hubungannya dengan fisik seorang bayi. Namun, ketika kelelahan mengambil alih sementara Bunda sangat sadar terhadap perubahan dramatis di dalam kehidupannya dapat memunculkan depresi yang juga dikenal sebagai baby blues.

Menurut Michael O’Hara, Ph.D., profesor psikologi dari University of Iowa, wanita hamil cenderung rentan depresi karena memiliki bayi akan mengubah hidpnya secara dramatis. “Tambahan lagi seorang ibu yang baru melahirkan juga akan menghadapi perubahan tanggung jawab,” jelas Michael seperti dilansir Psychologytoday.com.

Untungnya kondisi ini tidak berlangsung lama. Namun, bila Bunda tidak mampu mengenyahkan perasaan negatif setelah berbulan-bulan, ada baiknya berbicara kepada pasangan atau berkonsultasi dengan ahli agar segera mendapatkan bantuan.


ALICE LARASATI

 



Artikel Rekomendasi