Takut Melahirkan? Tenang, Ada Tipsnya Kok. Ikuti Tips Berikut!

 

Fotosearch

Wajar-wajar saja bila ibu hamil merasa takut saat membayangkan proses persalinan. Apalagi bagi Anda yang baru pertama kali. Namun, jika rasa takut tersebut berubah menjadi kecemasan berlebihan, hingga mengalami depresi. Atau bahkan disertai gejala-gejala fisik seperti meningkatnya detak jantung, mual, berkeringat, kepala berputar, hingga serangan panik. Ini merupakan tanda tokophobia atau takut melahirkan!

Atasi dengan cara berikut:

1. Mengalihkan pikiran dan tenaga
Caranya : Berpikiran dan berafirmasi positif,  menerima bahwa pengalaman hamil dan melahirkan adalah proses alamiah, dan meyakinkan diri bahwa tantangan ini pasti bisa Anda lalui.

2. Meminta bantuan lingkungan.
Caranya : Bicarakan secara terbuka kecemasan Anda pada dokter, tenaga kesehatan, dan atau pasangan agar diberikan terapi serta dukungan yang sesuai, kelilingi diri dengan orang-orang positif dan tidak kenal lelah mendukung Anda, serta bergabung dengan kelas kehamilan, terutama yang menyediakan fasilitas latihan meditasi atau hipnotherapi.

3. Dapatkan informasi terpercaya, bukannya mitos atau gosip seputar proses persalinan.

4. Manfaatkan fasilitas kesehatan di Rumah Sakit (RS) yang memfasilitasi hal ini sebab, terdapat orang-orang terlatih (psikolog maupun konselor) yang dapat membantu ibu hamil menangani kondisi tokophobia.

Jika Anda tidak berhasil mengatasi tokophobia, risikonya : pada ibu yang belum hamil, kemungkinannya adalah selalu mencegah terjadinya kehamilan, dan bila ia hamil maka bisa saja ia sampai memutuskan untuk mengaborsi janin yang dikandung. Kasus aborsi akibat tokopobia ini banyak terjadi terutama di negara-negara di mana abortus dilegalkan. Padahal, aborsi tidak serta-merta menyelesaikan masalah, biasanya ada risiko yang timbul sesudahnya seperti munculnya perasaan bersalah.

Apakah operasi sesar bisa menjadi solusi bagi ibu hamil tokophobia?
Operasi sesar ditempuh atas indikasi  medis. Jika ibu tidak memiliki indikasi  medis yang mengharuskan ia bersalin sesar, maka dokter akan menghindarinya. Dokter tetap akan memberikan informasi secara mendetail mengenai risiko dan kelebihan dari proses bersalin secara normal, maupun sesar. Pada kasus ketika tokophobia yang dialami ibu berpotensi menimbulkan gangguan atau komplikasi persalinan, maka barulah dapat menjadi indikasi medis, dan untuk itu dapat dilakukan sesar. Namun untuk menegakan indikasi medis tokophobia tersebut, harus melalui assessment kolaborasi antara dokter dan psikolog yang menangani ibu.

(FIN/FIN)

Baca Juga
Ibu Hamil Kelola Stres
Aromaterapi Untuk Ibu Hamil

 



Artikel Rekomendasi