Postpartum Euphoria, Kegembiraan Meluap Pascamelahirkan

 

foto: shutterstock


Tak hanya baby blues, gangguan suasana hati setelah melahirkan juga bisa berupa eforia. 

 

Kalau selama ini gangguan suasana hati pascamelahirkan hanya fokus pada baby blues dan depresi, ada kondisi mood lain yang juga perlu bunda ketahui. 

 

Beberapa ibu mengalami kegembiraan yang sangat luar biasa, energi berlebihan, sulit tidur setelah melahirkan. Mungkin kita menganggap gejala itu positif, dan bukan termasuk gangguan suasana hati pascamelahirkan. 

 

Anggapan lain, kita tidak melihat gangguan mood berupa eforia itu sesuatu yang berbahaya. Sampai selanjutnya mungkin memang tidak berbahaya dan itu merupakan gejala hipomania atau eforia pascabersalin. 

 

Definisi

Eforia setelah melahirkan atau juga disebut baby pink adalah perasaan ekstrem yang terjadi pada minggu-minggu pertama setelah melahirkan. Menurut Jurnal Neuropsychiatry, sebanyak 1 dari 10 ibu melahirkan mengalami eforia. Sementara, menurut arsip Women’s Mental Health, eforia pasca bersalin dialami oleh sekitar 9,6 sampai 49,1 persen ibu pasamelahirkan. 

 

Ibu baru yang mengalami eforia ini tampaknya baik-baik saja karena perasaan gembira identik dengan perasaan positif. Meski ditandai dengan perasaan gembira berlebihan, gangguan suasana hati ini harus ditangani.

 

Gejalanya

Bagi orang yang mengalami, eforia ini terasa menyenangkan pada awalnya. Tetapi gejala bisa memburuk, muncul perasaan lain seperti cemas, lelah dan bingung. Lebih lanjut, akan menimbulkan masalah kesehatan mental seperti depresi. 

 

Eforia pascabersalin ditandai dengan kegembiraan yang meluap-luap, sangat berenergi dan merasa seperti tidak terkalahkan. Setiap orang berbeda dalam mengalami eforia, tetapi gejalanya termasuk:

 

- Ada ledakan energi yang intens


- Merasa sangat bahagia


- Merasa produktif dan fokus


- Kurang tidur


- Cerewet hampir tidak dapat berhenti bicara


- Merasa super, dapat melakukan banyak hal


- Membuat keputusan sembrono dalam hal keuangan


- Pikiran seperti berkejaran


- Merasakan kepentingan yang meningkat pada diri sendiri

 

Mengapa eforia pascamelahirkan ini harus dianggap serius, alasannya karena berkaitan dengan depresi postpartum. Jessica Heron dan Femi Oyebode penulis di jurnal Neuropsychiatry - eforia pascamelahirkan dapat meningkatkan risiko depresi postpartum. 

 

Para peneliti memperkirakan, sebanyak seperempat sampai seperlima penderita depresi postpartum, megalami hipomania sebelumnya. Jadi bila Anda mengalami eforia pascamelahirkan, Anda akan mengalami depresi postpartum setelahnya. 

 

Jadi, eforia pascamelahirkan bukanlah sesuatu yang positif. Bagaimana pun ini adalah gangguan suasana hati yang juga perlu penanganan. Bila bunda mengalami eforia pascamelahiarkan, jangan ragu bicara dengan ahlinya yang tersedia di rumah sakti tempat Anda melahirkan. Jangan dibiarkan sampai gangguan mood ini berubah menjadi depresi. 

 



Artikel Rekomendasi