Anjuran IDAI Mengenai Kegiatan Belajar Mengajar di Masa Pandemi COVID-19

 

Foto: Freepik


Menilik belum berakhirnya pandemi Covid-19, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memberikan rekomendasi berkaitan dengan akan dimulainya tahun ajaran baru dan proses belajar-mengajar.
 
“Salah satu hak anak yang wajib dipenuhi adalah hak mendapatkan pendidikan. Namun demikian, kegiatan sekolah secara umum, dilakukan melalui kegiatan tatap muka dalam jarak dekat. Dalam masa pandemi Covid-19, pembatasan fisik merupakan syarat penting dalam upaya pencegahan penularan penyakit. Dan saat ini pelonggaran PSBB masih sangat berisiko menimbulkan lonjakan jumlah kasus baru. Terlebih lagi, menerapkan kebiasaan pencegahan infeksi masih sulit pada anak-anak,” demikian disampaikan Dr. dr. Aman B. Pulungan, Sp.A(K), ketua IDAI, di akun Instagram @idai_ig.
 
Dengan demikian, lanjut dr. Aman, IDAI memberikan anjuran dalam beberapa poin berikut ini:
 
1. IDAI mendukung dan mengapresiasi kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menjadikan rumah sebagai sekolah dan melibatkan peran aktif siswa, guru dan orang tua dalam proses belajar mengajar.
 
2. IDAI menganjurkan agar kegiatan belajar mengajar tetap dilaksanakan melalui skema pembelajaran jarak jauh (PJJ) baik secara dalam jaringan maupun luar jaringan, menggunakan modul belajar dari rumah yang sudah disediakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
 
3. Anjuran melanjutkan PJJ ini akan dievaluasi secara berkala mengikuti perkembangan kasus COVID-19 di Indonesia. Dengan mempertimbangkan antisipasi lonjakan kasus kedua, sebaiknya sekolah tidak dibuka setidaknya sampai bulan Desember 2020. Pembukaan kembali sekolah-sekolah dapat dipertimbangkan jika jumlah kasus COVID-19 telah menurun.
 
4. Apabila sudah memenuhi syarat epidemiologi untuk kembali membuka sekolah, maka IDAI menghimbau agar semua pihak dapat bekerja sama dengan cabang-cabang IDAI sesuai dengan area yang sudah memenuhi syarat pembukaan. Perencanaan
meliputi kontrol epidemi, kesiapan sistem layanan kesehatan dan sistem surveilans kesehatan untuk mendeteksi kasus baru dan pelacakan epidemiologi.
 
5. Untuk keperluan ekstrapolasi data secara akurat maka IDAI menyarankan agar pemerintah dan pihak swasta melakukan pemeriksaan rt-PCR secara masif (30 kali lipat dari jumlah kasus konfirmasi COVID-19) termasuk juga pada kelompok usia anak.
IDAI akan terus melakukan pemantauan situasi langsung melalui cabang-cabang IDAI dan akan terus melakukan  kajian dan memberikan rekomendasi sesuai perkembangan situasi terkini.
 
Jadi, Bunda dan Ayah bisa bernapas lebih lega dulu. Jaga kesehatan si kecil, dan ciptakan suasana belajar di rumah yang menyenangkan untuknya, ya….
 
Grc

 

 


Topic

#corona #coronavirus #viruscorona #covid19 #dirumahsaja #dirumahaja #belajardirumah #workfromhome



Artikel Rekomendasi