Buka Puasa Dengan yang Manis-Manis Ada Aturannya

 

Foto: shutterstock

Berpuasa adalah jeda dari makan dan minum selama kurang lebih 13 jam. Berpuasa adalah tatus metabolik seseorang setelah mencerna dan menyerap makanan secara sempurna.
 
Berbuka puasa adalah waktu berhentinya jeda, waktu mengakhiri puasa. Ini adalah waktu yang sangat ditunggu setelah seharian tidak makan dan minum.
 
Kalau kita sering mendengar saran ‘berbukalah dengan yang manis-manis’, apa maksudnya?
 
Puasa dimulai sejak subuh dan berakhir magrib. Waktu jeda ini menguras simpanan gula dalam tubuh karena aktivitas seharian. Mengonsumsi makanan atau minuman manis diyakini mampu menggantikan energi yang terkuras.
 
Tapi, menerjemahkan berbuka puasa dengan yang manis-manis juga harus bijak, karena tidak semua menu takjil dapat mengganti kebutuhan energi dan nutrisi. Yang terjadi sering kali setelah mengonsumsi makanan atau minuman manis-manis, tubuh terasa lelah dan mengantuk.
 
Manis bukan dari pemanis
 
Menurut Hindah Muaris – nutrisionis penulis Yummy & Healthy Low Sugar Food Tajil Sehat Rendah Gula (2009)  berbuka dengan yang manis sebenarnya teladan Rasulullah. Rasulullah mengajarkan berbuka puasa dengan kurma dan air putih.
 
Artinya, berbuka puasa dengan makanan atau minuman manis alami seperti buah manis tanpa tambahan gula. Menerjemahkan makanan dan minuman manis tidak serta merta membuat takjil tinggi kalori.
 
Kurma segar atau buah manis lainnya mengandung karbohidrat kompleks, sehingga tubuh melakukan metabolisme gula alami secara perlahan-lahan. Sebaliknya, makanan dengan gula mengandung karbohidrat sederhana yang sangat cepat menaikkan gula darah. Bila ini dilakukan tiap hari, timbunan gula darah akan diubah menjadi lemak tubuh.
 
Menu buka puasa tepat dan enak
 
3 buah kurma dan air putih. Buah kurma tinggi serat, sehingga bisa mengenyangkan lebih lama. Karena kandungan gulanya cukup tinggi, minum air putih sangat tepat.
 
Jus buah tanpa gula. Misalnya jus jambu biji atau jus pisang dengan susu tawar.
 
Belewah atau cantaloupe (melon jingga) dengan kelapa muda dan air kelapa tanpa tambahan gula atau sirup. Belewah atau melon dan air kelapa mengandung pemanis alami.
 
Bubur kacang hijau tanpa santan. Ganti santan dengan susu putih tawar. Menu ini mengandung gizi lengkap, seperti protein, serat, vitamin dan mineral. Tambahkan sedikit saja madu untuk memberi rasa manis.
 
Imma Rachmani
 
 
 
 
 

 


Topic

#ramadanayahbunda #ramadanprana #ramadanbulanmulia #ramadan #puasaramadan



Artikel Rekomendasi

post4

Tip Memasak Selama Ramadan

Berdasarkan survei terhadap 611 pengguna aktif dengan rentang usia 25-49 tahun di Indonesia, 1 dari 3 (34%) pengguna aplikasi tertarik mencoba resep makanan sehat untuk Ramadan tahun ini. ... read more