Manfaat Puasa Ramadan yang Jarang Diketahui

 

Foto ilustrasi (Freepik)

Tak lama lagi Ramadan tiba. Sudahkah Bunda mempersiapkan diri lahir batin untuk menjalankan ibadah puasa?

Puasa Ramadan merupakan puasa wajib bagi umat Islam. Selama menjalankan ibadah puasa, umat Islam dilarang untuk makan dan minum mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari. 

Puasa, selain berfungsi sebagai latihan mental agar lebih bersabar, ternyata juga memiliki sejumlah manfaat kesehatan. Tak sedikit penelitian yang mengungkap beberapa efek kesehatan bagi tubuh dari berpuasa. 

Pada tahun 2012, Michael Mosley seorang jurnalis televisi asal Inggris menerbitkan buku The Fast Diet yang akhirnya menjadi best seller. Buku ini membahas tentang manfaat puasa, termasuk puasa intermittent. 

"Dalam The Fast Diet saya menganjurkan bentuk puasa yang disebut makan terbatas waktu," kata Mosley kepada Al Jazeera, dikutip Ayahbunda, 1 April 2021. 

"Puasa ini dilakukan dengan hanya makan pada jam-jam tertentu, mirip dengan bentuk puasa yang dilakukan umat Islam selama Ramadan. Manfaat yang telah terbukti termasuk peningkatan kualitas tidur dan bukti penurunan risiko beberapa jenis kanker, khususnya kanker payudara," kata Mosley. 

Para ahli juga menemukan bahwa membatasi asupan makanan di siang hari dapat membantu mencegah masalah kesehatan seperti kolesterol tinggi, penyakit jantung dan obesitas, serta meningkatkan kesehatan mental dan kesejahteraan.

Dengan tidak mengonsumsi makanan apa pun, tubuh kita dapat berkonsentrasi membuang racun, saat kita mengistirahatkan sistem pencernaan.

Ahli gizi Claire Mahy mengatakan, "Puasa memungkinkan usus untuk membersihkan diri dan memperkuat lapisannya. Ini juga dapat merangsang proses yang disebut autophagy, yaitu saat sel membersihkan diri dan menghilangkan partikel yang rusak dan berbahaya."

Para ilmuwan pun telah mempelajari hubungan antara diet, kesehatan usus dan kesejahteraan mental. Seperti yang dijelaskan Mosley, puasa dapat menyebabkan pelepasan BDNF (faktor neurotropik yang diturunkan dari otak).

"Ini telah terbukti melindungi sel-sel otak dan dapat mengurangi depresi dan kecemasan, serta risiko pengembangan demensia," tambah Mosley.

Banyak orang yang telah berpuasa juga menemukan bahwa, jika puasa dilakukan dengan benar, telah membantu mereka menghilangkan lemak dan membangun massa otot.


ALI

 



Artikel Rekomendasi