Ayah Membesarkan Anak Perempuan Tangguh

 

Foto: pexels

Alasan mengapa anak perempuan mencintai ayahnya adalah, mereka yakin  ayah adalah satu-satunya pria di dunia yang tidak akan menyakitinya.
 
Ayah Sumber Keberanian, Kekuatan dan Kegembiraan. Gaya pengasuhan ayah yang berbeda dengan ibu, memberikan pengalaman hidup yang kaya bagi anak perempuan.
 
Sikap spontan para ayah, cara berpikir  ayah yang tidak  fokus pada perasaannya sendiri, serta mental kompetisi khas pria, akan membantu putri kecil Anda membangun kekuatan dan kegembiraan.
 
Hubungan ayah – anak perempuan yang baik memiliki dampak yang sangat luar biasa dalam kehidupan mereka. Pengaruh ayah pada anak perempuannya akan membangun harga diri, gambaran tentang diri yang positif, rasa percaya diri, serta pandangan yang obyektif tentang pria. Ayah-ayah, ini yang dapat Anda ajarkan kepada putri-putri Anda.
             
Membangun relasi yang sehat
Riset lama menyebut, kalau kamu mencintai anak-anakmu, cintai ibu mereka. Ini hal terbesar dan terpenting bagi anak-anak.
 
“Contoh ayah yang mencintai dan menghormati istrinya memberi  bekal pada anak perempuan untuk membangun relasi yang sehat,” kata Linda Nielsen, Ed, pendidik dan psikolog dalam tulisannya, Between Fathers and Daughters.
 
Cara lain para ayah membantu anak perempuannya membangun relasi yang sehat adalah dengan tidak berpura-pura. Ajarkan kepada anak untuk tidak   mengubah-ubah diri seperti bunglon agar disukai pria.
 
“Para ayah sebaiknya bicara dengan jelas pada anak perempuannya, agar anak belajar bicara jelas pada semua pria,” saran Nielsen. 
 
Berusaha untuk sukses
Salah satu tantangan terbesar dalam hidup kita adalah meraih keberhasilan, meningkatkannya lagi, dan memeliharanya. 
 
Seorang ayah dapat membantu anak perempuannya dengan memberinya ‘alat’ untuk mewujudkan impiannya. 
 
Pertama, bantu putri Anda untuk menemukan mimpinya. Kemudian beri dia tantangan, misalnya ikut lomba mewarnai gambar “Anak perempuan Anda harus menemukan dan mengolah berbagai peluang. Ketika mereka mampu mengatasi tantangannya, mereka akan meningkatkan kemampuannya lagi untuk menyelesaikan masalah,” kata Bernard Percy dari New York, penulis Moments of Astonishment – On Becoming a Better Dad.
  
Mandiri         
Sulitnya jadi orangtua adalah membiarkan anaknya jatuh. Keinginan menolong begitu kuat.
 
Kalau para ayah kerap membiarkan anaknya jatuh dan bangun sendiri itu bukan karena mereka malas. Para ayah hanya berpikir, memang begitulah kalau ingin sukses. Jatuh, bangun, jatuh lagi, bangun lagi. Apalagi bila hal itu berkaitan dengan mencari uang.  Para ayah tak ingin anak perempuannya kelak mengandalkan hasil kerja suaminya. Di usia yang lebih besar, karena anak perempuan punya banyak kebutuhan, para ayah sebaiknya pun tidak lantas mengeluarkan banyak uang untuk gaya hidupnya.
 
“Jangan jadi mesin ATM untuk putri Anda. Anda  bukannya menolong tapi malah mencelakakannya,” kata Nielsen mengingatkan. 
 
Membangun kekuatan
Pernah melihat seorang perempuan mengganti ban mobilnya sendiri? Jarang memang.
 
Ayah adalah guru terbaik bagi anak perempuannya berperilaku di jalan. Cara ayah mengemudi akan diperhatikan oleh anak dan ditiru anak kelak saat ia sendiri mengemudi.
 
Mengajak anak perempuan ke bengkel untuk servis mobil, melihat cara mengganti ban, ganti oli dan mengganti lampu, akan menjadi bekal penting kelak ketika  ia memiliki mobil sendiri.  Anak perempuan akan paham bahwa keterampilan montir pun dapat ia miliki.
 
Berani bertanggungjawab atas kesalahan
Buat para ayah, ini pasti tidak mudah. Tak hanya mengakui kesalahan tapi juga harus mengoreksinya.
 
Misalnya ayah menabrak pot bunga ketika memarkir mobil dan putri kecil Anda bertanya, “Lho, ayah, mobil kita kenapa penyok?” Apakah Anda berani mengakui kesalahan Anda dengan berkata, “Ayah lupa kalau bunda naruh pot di halaman. Ayah nabrak pot. Ayah harus ke bengkel betulin mobil dan beli pot baru. Kamu mau temani ayah ke bengkel dan beli pot?”
 
Bicara panjang lebar soal pentingnya tanggungjawab dan mengakui kesalahan tidak ada gunanya bila tidak disertai perbuatan. Karena anak melihat contoh nyata ketimbang mendengarkan petuah.  
 
Taka ada manusia yang sempurna
Tekanan untuk anak perempuan akan berat di usia selanjutnya. Bentuk tubuh, pekerjaan, keluarga yang sempurna itu mitos.
 
Tidak ada wonder woman yang sesungguhnya.  Para ayah harus menceritakan sisi ketidaksempurnaan dirinya pada putri kecilnya. Meski ayah sekarang tampak hebat di mata anak, ayah juga manusia yang tidak luput dari kesalahan. Ayah waktu kecil juga pernah berbuat salah. Ceritakan  masa kecil Anda   yang bisa dicerna putri kecil Anda.
 
“Pembicaraan selanjutnya dengan anak perempuan kecil Anda, adalah tentang tuntutan untuk menjadi sempurna agar dicintai. Laki-laki misalnya, dituntut punya pekerjaan yang baik, menjadi suami yang romantis dan menjadi ayah yang baik untuk anak-anaknya,” kata Nielsen. 
 
Cinta  tanpa syarat
“Ada bentuk cinta lain selain menimbuni anak perempuan Anda dengan hadiah benda-benda. Ada ekspresi cinta yang lebih baik yang dapat membantunya menjalani hidup. Yaitu paduan antara dukungan dan tantangan. Bantu anak untuk melakukan segala sesuatu dengan baik, dan di saat yang sama katakan pada putri kecil Anda bahwa ayah siap membantu, dan tetap mencitainya apapun yang ia lakukan,” jelas Dr.  Naomi  Weinshenker, psikiater anak dan remaja  dari New Jersey, AS.  
 
Perhatian dan quality time sangat penting, sesederhana meluangkan waktu untuk mendengarkan kisah-kisahnya. Atau mengajaknya menonton event penting semacam lomba mewarnai gambar atau lomba menggambar.
 
Nonton pertunjukan ice skating, pertandingan olahraga, atau konser musik. Itu semua adalah tantangan dan mimpi buat putri kecil Anda, dan ada kegembiraan di dalamnya.
 
 

 



Artikel Rekomendasi