Bunda Sibuk Dengan Gadget, Bukan Ibu Baik?

 

shutterstock

Sejauh Anda memang harus bekerja dengan bantuan gadget, Anda bukan orang tua yang buruk.
 
Pandemi covid-19 yang merumahkan kita semua, memang mengubah cara hidup kita, terutama dalam hal berkomunikasi. Penggunaan gadget semaksimal mungkin untuk bekerja dan sekolah, memaksa kita punya kebiasaan baru.
 
Bunda yang bekerja dari rumah, apakah itu ibu guru, jurnalis, pengusaha, sekretaris – tidak lepas dari smartphone, dan tentu saja laptop. Bahkan mungkin ditambah i-pad.
 
Karena itu pula, grup whatsapp jadi bertambah, untuk memudahkan berkoordinasi dengan berbagai pihak.
 
Bagaimana anak Anda memandang Anda? Bagaimana orang lain melihat Anda? Mungkin mereka berpikir, ya ampun, ibu ini nggak lepas dari gadgetnya, padahal ada anak di sebelahnya.
 
Bunda sendiri mungkin merasa galau – bagaimana melarang anak bermain gawai di luar jam sekolah kalau ibunya juga tak bisa lepas darai gawai?
 
Ada riset terbaru yang dipublikasikan di The Journal of Child Psychology and Psychiatry, riset itu menemukan bahwa menjadi orang normal yang menggunakan smartphone tidak berkaitan dengan pengasuhan yang buruk. Faktanya, penggunaan smarphone tetap bisa membuat orang tua bersikap hangat dan punya hubungan yang dekat dengan anak.

Para peneliti menganalisa hasil survei terhadap 3.600 orang tua. Mereka ditanya berapa sering menggunakan gawai, apa yang dilakukan – di dekat anak, dan bagaimana hubungannya dengan anak. 

Hasilnya, kaitan antara penggunaan smartphone dengan buruknya relasi orang tua dengan anak, sangat lemah. Sesibuk apa pun orang tua dengan pekerjaan yang menggunakan gadget, tidak mempengaruhi kedekatannya dengan anak.

Hal itu tentu ada syaratnya, yaitu orang tua tidak tenggelam dalam gadgetnya sepanjang hari sehingga tetap punya waktu untuk berinteraksi dengan anak.

Sebab yang merusak relasi adalah penggunaan gadget tanpa ada jeda untuk berinteraksi dengan anak. Orang tua tetap dapat berinteraksi dengan anak meski sedang browsing, atau sedang menulis pesan untuk orang lain. Dengan begitu anak tidak menerima pesan negatif. Anak tetap merasa aman berdekatan dengan orang tuanya, dan bisa tidak mengganggu kesibukan orang tuanya.

Tak dipungkiri, smartphone merupakan alat penting untuk menghubungkan kita dengan dunia luar, memberi kemudahan dalam melakukan pekerjaan, dan memudahkan memeroleh informasi – terutama di masa pandemic covid-19 ini, di mana sebagian besar orang di seluruh dunia harus berada di rumah juga untuk bekerja.

 Imma Rachmani
 
 
 
 

 

 



Artikel Rekomendasi