Menjadi Istri dan Ibu yang Bahagia dengan Aktualisasi Diri

 

Foto ilustrasi (Freepik)


Membaca judul di atas, mungkin di antara Bunda ada yang bertanya-tanya, apa, sih, aktualisasi diri itu, dan apa hubungannya dengan rasa bahagia sebagai seorang istri dan ibu? 

Menurut Maslow, aktualisasi diri atau self-actualization menggambarkan keinginan yang mengarah pada realisasi potensi dari seseorang. Aktualisasi diri adalah seseorang yang telah mencapai puncak eksistensi manusia. Dengan kata lain, orang itu telah menjadi segala yang mereka mampu menjadi. 

Secara sederhana, psikolog klinis anak, remaja, dan keluarga, Roslina Verauli menjelaskan bahwa aktualisasi diri dapat diartikan dengan menjadi diri sendiri, paham kekuatan diri, dan be in the zone (tampil sangat baik sebagai diri sendiri). 

Hubungan antara aktualisasi dengan rasa bahagia sebagai individu sangat erat. Vera menerangkan hal ini dalam konteks kehidupan pernikahan di mana perempuan menjalankan peran sebagai ibu dan istri. Terutama di masa pandemi seperti sekarang yang menghadirkan lebih banyak tantangan bagi kehidupan semua orang. 

Saat wawancara Instagram Live bersama Parenting Indonesia, pertengahan Mei 2020 lalu, Vera menilai banyak perempuan atau ibu-ibu yang merasa lelah karena terjebak dengan berbagai rutinitasnya di rumah, khususnya ketika masa karantina berlangsung. Aktivitas rutin tersebut, seperti memasak, menemani anak, menjaga kebersihan rumah, hingga melayani kebutuhan suami. 
 


"Kalau ternyata sehari-hari saja, kita sudah terpuruk, seperti terperangkap dalam rutinitas yang itu-itu saja dan melelahkan. Dua bulan ini pasti adalah proses penyesuaian buat semua orang, termasuk anak-anak, Anda dan suami," kata Vera. 

"Perempuan merasa seolah-olah semua itu adalah beban perempuan. Beban para Mama yang bertanggung jawab membuat rumah bahagia, nyaman, makanannya ada. Dampaknya apa? Mungkin di minggu pertama, Anda happy karena merasa dibutuhkan, perannya besar, Anda terlihat, Anda eksis. Namun setelah 3-4 minggu, kelelahan, nggak rasanya?" ujar Vera. 

Perasaan lelah dengan rutinitas itu kemudian bisa membuat perempuan mengalami kehilangan diri sendiri, merasa bingung dengan kemauan diri sendiri. "Kayaknya saya bukan diri saya lagi. Apa yang sebenarnya saya mau," kata Vera menggambarkan. "Dan ini lumrah," tambahnya. 

Perasaan kehilangan diri sendiri itulah yang menggambarkan bahwa suatu individu sedang tidak bebas mengaktualisasikan dirinya. 

"Bagaimana bisa kita mengaktualisasikan diri kalau sudah lelah-lelah seperti ini," kata Vera.

Nah, lantas bagaimana solusinya? Vera memberikan beberapa kiat.

Pahami bahwa aktualisasi diri adalah kebaikan yang bisa kita berikan pada diri sendiri

"Bayangkan jika kita mengabaikan diri ini selama sebulan, dua bulan, sekarang sudah dua bulan lebih (masa karantina di rumah saja). Anda bisa menjadi berubah yang bukan Anda, dan Anda tidak paham. Boro-boro menjadi tangguh dan mampu mengaktualisasi diri," kata Vera. 

Luangkan waktu untuk masuk ke dalam diri
Menurut Vera, istilah psikologinya adalah inward yaitu memberikan waktu pada diri sendiri untuk masuk ke dalam. Pahami keinginan diri sendiri. "Apa, sih, yang kita mau, apa yang kita sukai, apa hobi kita sesungguhnya? Apa yang membuat kita happy dan excited?" kata Vera. 

Jangan merasa semua tugas rumah tangga adalah beban perempuan
"Tuntutan untuk mengurus anak, membereskan rumah, itu sebenarnya juga milik Papa, lho. Para Papa juga harus dilibatkan. Sehingga nanti Mama jadi punya kesempatan untuk mengaktualisasikan diri," Vera menjelaskan. 

Anda dapat menyimak tips aktualiasi diri dan wawancara selengkapnya di Instagram @ayahbunda_ dan @parentingindonesia.

ALI

 


Topic

#corona #coronavirus #viruscorona #covid19 #dirumahsaja #dirumahaja #belajardirumah #workfromhome



Artikel Rekomendasi