Tren Parenting 2020 Menurut Pakar Pengasuhan Anak

 

Tren Parenting 2020
 

Seiring perubahan zaman, cara orang tua mengasuh anak pun ikut berubah. Mulai dari bagaimana mereka mencari informasi seputar pengasuhan, hingga melek terhadap isu kesehatan mental. 

Mengutip dari Global News, Jumat, 3 Januari 2020, pakar parenting memprediksi tahun 2020 ini akan menjadi masa pertumbuhan dan perubahan besar bagi komunitas orang tua yang ditandai dengan tren berikut ini.

Nyinyir berkurang, perbanyak dukungan
Pakar pengasuhan anak dan pembawa acara siniar (podcast) Parenting Then and Now, Samantha Kemp-Jackson, meramalkan para orang tua di tahun 2020 ini akan cenderung menerima pendapat orang lain yang memiliki cara berbeda dalam pengasuhan anak. 

"Tidak ada lagi perdebatan tentang menyusui langsung atau susu formula, mengasuh anak, tidur bersama (anak), atau masalah kontroversial lainnya yang memecah belah orang tua," ujar Samantha.

"Kita akhirnya melihat bahwa semua kepentingan terbaik adalah saling mendukung pilihan masing-masing," katanya. 

Terbuka tentang masalah kesehatan mental
Satu dekade lalu, isu kesehatan mental sangat jarang diperbincangkan karena masih dianggap tabu. Orang-orang yang mengalami masalah kesehatan mental diklaim memiliki gangguan jiwa atau dicap tidak dekat dengan Tuhan. 

Namun sejak beberapa tahun terakhir, kesadaran publik terhadap isu kesehatan mental semakin terbuka. Tak terkecuali terhadap kasus yang banyak dialami ibu terkait perannya sebagai agen utama dalam mengasuh anak.

Orang-orang mulai melepaskan persepsi bahwa ibu adalah sosok manusia super yang harus serba bisa dan siap sedia demi anak. Sebaliknya, mereka mulai menyadari bahwa ibu adalah manusia biasa yang dapat merasa kelelahan dan frustrasi selama proses mengasuh anak. 

Seperti dikatakan oleh ahli parenting dan founder Black Moms Connection, Tanya Hayles, "Selama bertahun-tahun, orang tua - terutama para ibu - diharapkan menjadi segalanya bagi semua orang. Tapi kami benar-benar mulai melihat (berakhirnya) anggapan supermom itu."

"Orang-orang mulai membuang narasi keliru tentang ibu," tambahnya. 

Hayles juga berharap para ibu yang mengalami depresi setelah persalinan akan menjadi lebih mampu berdiskusi secara terbuka tentang betapa sulitnya menghadapi masa-masa itu. Pada akhirnya, orang tua baru dapat menemukan dukungan yang mereka butuhkan.

Lebih banyak muncul family activism
Tahun 2020 menjadi tahun di mana banyak orang tua mengasah jiwa sosial anak dengan mengajaknya melakukan aktivitas menjadi relawan. Kegiatan orang tua dan anak sebagai relawan ini diprediksi cukup luas terjadi, sehingga memunculkan fenomena family activism. 

(Alika Rukhan)



 

 



Artikel Rekomendasi