Tip Membagi Waktu dengan Anak saat Bekerja dari Rumah

 

Ilustrasi ibu bekerja dari rumah. Foto: Pixabay
Beberapa tahun terakhir banyak perusahaan yang mengizinkan karyawannya bekerja dari rumah atau work from home. Model bekerja ini disebut juga dengan istilah telecommuting atau telework, yaitu model atau perjanjian kerja yang memberikan karyawan fleksibilitas bekerja dalam hal tempat dan waktu kerja dengan bantuan teknologi telekomunikasi. 

Berdasarkan informasi dari situs Small Business Trends, telecommuting meningkat sebesar 44 persen dalam lima tahun terakhir. Angka ini ikut menambah jumlah orang tua yang bekerja dari rumah sehingga mereka bisa sekaligus menjaga anak. 

Di satu sisi, telecommuting memang memberi keuntungan bagi orang tua untuk menghabiskan waktu lebih banyak dengan anak. Namun di sisi lain, telecommuting membawa tantangan tersendiri saat kehadiran anak membuat orang tua sulit fokus pada tugas pekerjaan.  

Jika Bunda atau Ayah termasuk orang tua telecommuting yang boleh bekerja dari rumah, beberapa tip berikut ini dapat membantu menyeimbangkan antara waktu bersama anak dan menyelesaikan pekerjaan.

Sediakan ruang khusus di rumah sebagai kantor
Idealnya, ruangan khusus yang Bunda jadikan sebagai kantor adalah ruangan terpisah yang berpintu dan agak jauh dari tempat anak-anak biasa bermain. 

Gina Horkey, penyedia pelatihan online untuk asisten virtual mengatakan, "Jika anak-anak dapat melihat Anda, wajar jika mereka ingin berinteraksi dengan Anda - entah itu mengajak bicara, meminta bantuan, atau hanya ingin meringkuk (di dekat orang tuanya)." 

Hal tersebut tentunya dapat membuat Bunda sulit untuk berkonsentrasi dan tetap fokus pada pekerjaan. 

Hindari multitasking
Banyak orang tua yang bekerja dari rumah berpikir bahwa mereka dapat mengasuh anak dan bekerja sekaligus. Namun Horkey menilai ini bukan strategi yang baik karena pekerjaan akan selesai lebih lama. 

Saran Horkey, lebih baik Bunda memisahkan antara waktu untuk keluarga dan waktu untuk bekerja. Pilih salah satu dari keduanya yang paling memerlukan fokus saat itu. 

Bangun lebih awal
Inti dari bekerja dari rumah adalah menemukan jadwal yang sesuai dengan Bunda. Untuk menghindari gangguan anak, pilih waktu yang memungkinkan mereka tidak akan mendatangi Anda. Misalnya, saat anak masih tidur. 

Jika anak terbiasa bangun jam 7 pagi, maka Bunda dapat memulai bekerja jam 5:30. 

Bekerja saat anak tidur siang dan tidur malam
Manfaatkan waktu ini untuk menjalankan produktivitas bekerja Bunda. Jadi, hindari melipat baju atau melakukan tugas-tugas rumah tangga yang tak terlalu memerlukan fokus pada jam-jam ini. 

Matikan notifikasi ponsel
Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi orangtua bekerja saat ini adalah mencoba memisahkan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Di tengah-tengah waktu Anda bersama keluarga, dering ponsel bisa jadi penanda panggilan atau pesan dari atasan. 

Jika Bunda ingin menghabiskan waktu yang berkualitas dengan anak, jauhkan ponsel sementara waktu saat bersamanya. Anda juga bisa mengaktifkan mode 'Jangan Ganggu' selama makan malam atau acara keluarga. 

Miliki seseorang untuk membantu
Saat Bunda bekerja dari rumah, penting untuk memiliki seseorang atau pengasuh yang menjaga anak. Menitipkan anak di daycare, meminta bantuan tetangga, atau keluarga juga bisa menjadi alternatif. 

Komunikasikan dengan anak
Untuk anak yang sudah besar, komunikasikan kebutuhan Anda selama bekerja. Jika Bunda perlu bekerja selama jam-jam tertentu, beri tahu mereka supaya tidak mengetuk ruang kantor Anda di rumah selama waktu itu, kecuali darurat. 

Apabila ingin meredam suara bising mereka, minta mereka mengerjakan tugas yang mendorong ketenangan. Jelaskan pada anak, mengapa penting bagi Anda memiliki waktu khusus untuk bekerja supaya mereka mengerti. 

(Alika Rukhan)

 



Artikel Rekomendasi

post4

Mendesain ruang kerja di rumah

Senangnya bekerja dari rumah, apalagi bila didukung dengan ruang kerja yang nyaman. Apa saja yang harus diperhatikan saat mendesain ruang kerja di rumah?... read more