Sudah Siapkah Jadi Ayah dan Bunda?

 


DIISI CALON BUNDA
 

1. Pandangan tentang pernikahan Anda…
a. Saya dan suami adalah pasangan sempurna. Kami sangat bahagia.
b. Kami pasangan suami istri yang cukup oke.
c. Tidak begitu baik. Komunikasi kami kurang lancar, sama-sama sibuk bekerja.

2. Bagaimana kehidupan finansial Anda?
a. Saya sudah punya tabungan untuk masa depan saya dan anak. Dana untuk liburan juga saya punya.
b. Isi dompet dan tabungan saya lumayan. Tapi, hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan saya saja.
c. Saya perlu menabung dengan keras kalau mau ini itu. Maklum masih berjuang.

3. Apakah Anda menyukai anak-anak?
a. Sangat suka! Saya dikenal sebagai tempat penitipan anak di kalangan keluarga dan teman-teman.
b. Saya senang menggendong dan bermain dengan anak-anak, tapi saya tidak suka mendengar anak menangis.
c. Saya suka. Tapi kalau harus terus berdekatan dengan anak, saya tidak sanggup.

4. Menurut Anda, apakah suami sudah siap jadi ayah?
a. Ya, dia sampai mencari buku-buku tentang pengasuhan anak.
b. Ya, dia mau seperti laki-laki pada umumnya.
c. Saya kira dia belum mau. Dia lebih memilih rapat di kantor daripada bicara soal anak.

5. Apakah Anda merasa tubuh Anda sehat?
a. Secara fisik, saya sehat. Saya juga sudah tes TORCH dan tes kesuburan.
b. Sehat, hanya kadang-kadang terserang flu.
c. Saya tidak sehat. Saya mengidap suatu penyakit.

6. Apa yang Anda lakukan seandainya bayi menangis terus?
a. Tidak langsung menggendong, melainkan cek dulu kenapa dia menangis.
b. Mencoba segala macam cara agar ia mau diam.
c. Telepon orangtua atau teman sebab panic karena tangisannya tidak mau berhenti.

 
DIISI CALON AYAH


1. Apakah tangisan bayi menggangu Anda?
a. Saya langsung menutup telinga setiap mendengarnya. Suaranya sangat melengking.
b. Saya yakin akan menggangu tidur saya.
c. Namanya juga bayi, ya pasti menangis.

2. Apa yang terbayang jika membaca kata “biaya anak”?
a. Mahal! Saya tidak yakin, gaji saya bisa memenuhi kebutuhan anak.
b. Saya sedang memikirkan bagaimana cara investasi untuk memenuhi kebutuhan anak.
c. Saya sudah siapkan dana untuk bali baju, popok, dan sekolah anak.

3. Bersediakah Anda membantu istri membersihkan rumah?
a. Tidak. Tugas suami adalah mencari nafkah untuk keluarga.
b. Kalau saya ada waktu dan niat, saya akan bantu.
c. Saya berbagi tugas pekerjaan rumah dengan istri, meski kami sama-sama sibuk.

4. Apa olahraga kesukaan Anda?
a. Saya tidak senang olahraga. Saya cukup makanan sehat saja.
b. Saya biasanya pergi ke gym kalau tubuh sedang tidak fit.
c. Setiap pagi saya lari keliling komplek rumah dan treadmill kalau sedang tugas di luar kota.

5. Apa usaha istri Anda untuk punya anak?
a. Saya lihat dia berdoa setiap hari pada Tuhan.
b. Istri mulai membaca buku-buku tentang kehamilan.
c. Istri mengajak saya untuk mengubah pola hidup dan menjalani beberapa tes kesuburan.

6. Seandainya anak mengompol tengah malam, bagaimana sikap Anda?
a. Biarkan istri yang mengganti, karena besok saya harus meeting pagi.
b. Membangunkan istri untuk mengganti popok. Saya temani dia saja.
c. Siapa yang bangun lebih dulu, dia yang akan menggantikan popoknya.

 
HASIL Si Calon Bunda
 
Mayoritas A
Siap jadi Bunda!
Selamat, Anda layak dapat buah hati! Pondasi keluarga Anda sudah kuat, baik dari rasa cinta, kerjasama, dan finansial. Fisik Anda yang sehat juga merupakan modal untuk hamil, sebab janin yang sehat akan lahir dari bunda yang sehat. Paling jempol adalah Anda sudah mengasah pengetahuan tentang kehamilan dan pengasuhan anak sejak dini. Dijamin, saat punya bayi kelak, Anda tidak lagi bingung menghadapi anak menangis, ngompol atau bahkan sakit.
 
Mayoritas B
Butuh persiapan
Anda masih setengah siap jadi ibu. Kasihan, kan, kalau Anda mencintainya hanya jika ia bersikap manis. Anda masih butuh informasi lebih banyak mengenai kehamilan dan pengasuhan yang bisa diperoleh lewat buku atau seminar. Makin banyak tahu, makin siap menghadapi kehamilan dan menyambut kehadiran anak. Jangan lupa untuk ‘berteman’ dengan dokter kandungan untuk memastikan tubuh Anda siap hamil.
 
Mayorits C
Pikirkan kembali
Butuh waktu untuk memastikan Anda serius menginginkan anak. Jangan ingin anak karena tuntutan orang tua atau lingkungan. Siapkan hati, pikiran, dan finansial yang terbaik, jika Anda ingin memiliki anak. Saat punya anak nanti, kehidupan Anda akan terbagi menjadi tiga, yaitu diri sendiri, suami, dan anak. Anda bisa belajar menjadi ibu dengan mengajak keponakan atau anak teman bermain di rumah, sesekali ajak mereka menginap atau bantu mengganti popoknya.
 
HASIL Si Calon ayah
 
Mayoritas A
Masih tahun depan
Anda masih belum siap untuk menjadi seorang ayah. Bahkan, bisa jadi Anda masuk dalam kategori belum siap menjadi suami yang baik. Anda masih mengganggap bahwa mengurus rumah adalah tugas istri, padahal rumah dipakai berdua. Anda masih mengurusi masalah kesehatan dan pekerjaan sendiri. Maka, Anda perlu meningkatkan keyakinan bahwa Anda bisa dan pantas menjadi ayah. Perkaya diri sendiri dengan mencari tahu, bagaimana mengasuh anak dan mendampingi ibu dari anak lewat berbagai sumber.
 
Mayoritas B
Cuma ikut-ikutan
Keputusan memiliki anak harus datang dari diri sendiri. Kalau terpaksa, Anda tidak akan bahagia menjalaninya. Sebab menjadi calon ayah sangat berbeda. Ada beberapa hal yang memang harus dikorbankan, misalnya, Anda perlu meluangkan waktu untuk olahraga agar produksi sperma bagus, waktu tidur berkurang, rencana liburan ditinjau kembali karena harus menabung untuk biaya persalinan atau beli asuransi kesehatan anak. Namun, kesiapan Anda untuk menjadi ayah sudah cukup baik, nilainya 60! Tingkatkan jadi 100%!
 
Mayoritas C
Calon ayah jempolan
Selamat, Anda memiliki semua kriteria menjadi ayah! Apa lagi yang Anda tunggu, segera siapkan waktu untuk merencanakan kehamilan dengan istri. Secara pengetahuan, Anda sudah sangat paham bagaimana menghadapi bayi yang ngompol. Secara finansial, Anda sudah menyiapkan mulai dari perencanaan kehamilan, persalinan bahkan sekolah anak kelak. Pertahankan sikap ini dan jangan bosan untuk meng-update informasi mengenai pengasuhan anak, karena akan selalu ada saja ilmu yang baru.
 
TIM AYAHBUNDA

 

 



Artikel Rekomendasi