Cek DNA Kulit Anda, Temukan Produk Perawatan yang Tepat

 

Ilustrasi perawatan kulit. Foto: Freepik
 
Selama ini Anda berpikir bahwa tipe kulit Anda normal cenderung berminyak. Sehingga, produk-produk perawatan yang Anda gunakan pun untuk jenis kulit itu. Tetapi, kenapa tetap bermasalah, ya? Sebentar, Anda yakin tipe kulit Anda seperti yang Anda 'temukan' selama ini? Apakah sudah mengeceknya dengan saksama atau sekadar menduga-duga? Mungkin Anda menjawab, “Aduh, saya nggak ada waktu untuk memeriksakan kulit saya secara khusus dan rutin ke ahlinya.”
 
Nah, menemukan produk yang tepat untuk perawatan kulit sesuai karakternya secara akurat sering kali memang melalui proses coba-coba alias  trial and error.  Gonta-ganti produk tidak terelakkan, dan kerap kali membuat kita merasa tidak yakin kulit kita sebenarnya jenisnya apa.  
 
Dalam mengidentifikasi jenis kulit, secara umum dikenal 4 klasifikasi: kulit kering, berminyak, kombinasi, dan sensitif. Klasifikasi ini dipopulerkan oleh tokoh kosmetik Helena Rubinstein, pada awal 1900-an.  Sekarang, dengan kemajuan teknologi dan perkembangan zaman, klasifikasi kulit secara spesifik menggunakan parameter baru, yakni Baumann Skin-Type Indicator (BSTI), yang mengelompokkan jenis kulit menjadi: kering atau berminyak, sensitif atau resisten, berpigmen atau tidak, dan berkerut atau kencang. Dari sini, muncul 16 karakteristik jenis kulit. Dengan demikian, diagnosis diyakini menjadi lebih akurat, sehingga perawatan kulit pun bisa lebih tepat sesuai kebutuhan. Ini yang diperlukan konsumen, sehingga tidak lagi keliru memilih produk perawatan kulit, yang rentan menyebabkan masalah-masalah.
 
Peluncuran ERHA.DNA Smart Skin Solution, dengan 3 rangkaian terpadu.


Pengecekan karakter kulit memang sebaiknya tidak melalui dugaan-dugaan saja. Jika alasan Anda adalah waktu yang terbatas, tidak sempat rutin ke ahlinya, mungkin Anda bisa mencoba inovasi terbaru ERHA.DNA Smart Skin Solution, yang terdiri dari 3 rangkaian terpadu: Smart Assistant-ERHA.DNA Mobile App, Smart Innovation-ERHA.DNA Test Kit, dan Smart Treatment – ERHA.DNA Skincare Products. “Ini adalah sebuah sistem pintar berbasis artificial intelligence (AI) dan DNA, untuk menentukan personalized product yang sesuai jenis kulit dan kebutuhan unik setiap individu. Tidak ada individu yang sama, sistem pintar ini membantu merawat kulit dengan tingkat akurasi penilaian yang tinggi karena diformulasikan sesuai dengan hasil tes AI dan DNA tubuh kita,” ungkap dr. Devina Nova Estikaratri, Head of ERHA.DNA, dalam acara peluncuran ERHA.DNA, beberapa waktu lalu.
 
Bagaimana cara menggunakan inovasi ini? Unduh ERHA.DNA Mobile App, lalu perjalanan diagnosis dimulai dengan memberikan data-data Anda dengan mengisi kuesioner di aplikasi tersebut, setelah itu Anda menggunakan ERHA.DNA Test Kit yang terdiri dari Skin Lens, Moisture Tester, dan DNA Swab, untuk melakukan analisis DNA melalui sampel air liur (saliva) kita. Setelah diketahui jenis  kulit kita secara spesifik, maka dapat ditentukan produk apa yang paling tepat dari rangkaian ERHA.DNA Skincare Products, yang terdiri dari cleanser, day cream, sunscreen, essence, dan night cream.

 
Data Anda, awal temukan jenis kulit dan produk perawatan yang tepat. Foto: Freepik

 
Dalam kesempatan sama, Andreas Antonius, Business Innnovation Senior Manager Derma Global Ventura menjelaskan detail mengenai teknologi ini. “Kami menggunakan 3 teknologi: AI, big data di mana ada data-data yang dikumpulkan, dan teknologi cosmetogenomic. Data-data yang digunakan itu dikumpulkan melalui test kit. Ada 3 alat yang pada dasarnya dibagi 2. Yang pertama adalah data fisik. Tanpa AI, data tersebut tidak bisa diolah, itu hanya data mentah. Tapi, begitu diolah oleh AI, data menjadi bercerita. Kalau tadinya konsumen tidak tahu pasti apa jenis kulitnya, maka ia akan tahu. Yang kedua adalah teknologi DNA. Lewat mikroskop bisa diketahui jenis kulit kita, tetapi ada informasi-informasi tersembunyi, yang merupakan blue print kita, atau DNA kita, yang hanya bisa dilihat menggunakan teknologi untuk uji DNA. Ada orang yang kulitnya di bawah matahari pantai bermasalah, ada yang tidak, DNA bisa bercerita. Demikian pula apakah kita memiliki kulit sensitif atau tidak, AI  akan membantu mengolah semua informasi itu melalui aplikasi ERHA DNA. Dan, ini tidak hanya sekali pakai, bisa digunakan terus. Akan terjadi tracking. AI akan terus mempelajari kulit dan memberikan feedback dan rekomendasi kulit jenis apa dan life style apa untuk kulit sehat setiap orang,” papar Andreas. Dengan sistem pintar ini, Anda diharapkan tidak lagi menjalani proses coba-coba terus-menerus.

(Gracia Danarti)

 



Artikel Rekomendasi