Deteksi Dini Kanker Payudara lewat SADARI dan SADANIS

 

Dok. Pribadi (Debora Darmawan)

Dengan upaya mengedukasi masyarakat Indonesia untuk mendeteksi dini dan mencegah penyakit kanker payudara Kementrian Kesehatan RI menghimbau masyarakat Indonesia untuk melakukan SADARI (PerikSA PayuDAra SendiRI) yang bisa dilakukan oleh setiap wanita dan SADANIS (PerikSA PayuDAra KliNIS) yang dilakukan oleh tenaga kesehatan terlatih.

Direktur Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kemkes, dr. Lily S. Sulistyowati MM menjelaskan, SADARI dan SADANIS baik dilakukan secara rutin.

"Lakukan SADARI satu buan sekali. Bisa dilakukan setiap bulan pada hari ketujuh hingga kesepuluh terhitung dari hari pertama menstruasi. Karena pada masa itu payudara menjadi lunak dan akan mudah mendeteksi bila ada benjolan yang berpotensi sebagai kanker payudara.” Jelas dr. Lily.

Hal senada diungkapkan dr. Bob Andinata SpB (K) Onk dari Perhimpunan Ahli Bedah Onkologi Indonesia (Peraboi), bahwa SADARI sendiri sangat sederhana untuk dilakukan karena bisa diperiksa setelah mandi di depan cermin untuk melihat bentuk dari payudara, apakah ada perubahan bentuk atau benjolan yang menjanggal pada bagian sekitar payudara.

"Setelah itu, diraba tangan kanan pegang payudara yang kiri dan sebaliknya dengan memutar hingga puting payudara, lalu pencet putingnya apakah keluar cairan merah atau tidak. Apabila sampai keluar cairan tersebut lebih ke kanker payudara. Ditambah pula meraba di sekitar ketiak hingga tulang selangka pada leher. Jika menemukan benjolan segera periksakan ke dokter," ujar dr. Bob.

Sedangkan SADANIS, pada wanita usis di bawah 40 tahun dianjurkan melakukan pemeriksaan USG, karena pada usia muda payudara masih padat jadi hasil mamografi akan tidak efektif. Dan bagi usia 40 tahun ke atas dianjurkan melakukan pemeriksaan mamografi. (Debora Darmawan)

Baca juga: 

Mengenal Kanker Testis pada Pria

 


Topic

Kanker payudara



Artikel Rekomendasi