Sindroma Ovarium Polikistik

 

Polycystic Ovarian Syndrome atau Sindroma Ovarium Polikistik (SPOK) merupakan salah satu penyebab infertilitas karena kegagalan proses ovulasi, keluarnya sel telur dari indung telur.

Penyebabnya belum diketahui pasti, namun berhubungan dengan hiperandrogen (tingginya hormon androgen) pada wanita sehingga timbul gejala seperti berkumis, betis dan lengan berambut, rambut di kuduk dan bagian perut. Selain itu, diketahui juga berkaitan dengan kelainan metabolik, yaitu adanya resistensi hormon insulin (kondisi di mana sensitivitas insulin menurun sehingga tidak mampu menurunkan kadar glukosa darah). Biasanya akibat kelebihan berat badan sehingga terjadi penumpukan lemak yang berujung pada resistensi insulin.

Peluang Anda hamil lagi sangat tergantung diagnosis dan penanganan SPOK. Penanganan memerlukan pemeriksaan menyeluruh agar dapat diberikan terapi yang tepat. Pada prinsipnya, penanganannya adalah dengan perangsangan ovulasi melalui obat, pemberian metformin untuk mengatasi resistensi insulin, dan melakukan perubahan gaya hidup pada pasien obesitas. Pada kasus berat, di mana sudah terdapat penebalan dinding ovarium, akan dilakukan tindakan bedah berupa ovarian drilling lewat laparoskopi (teknik bedah yang dilakukan dengan membuat 2-3 lubang kecil berdiameter 5-10 mm di sekitar perut pasien) untuk membantu terjadinya ovulasi.



 



Artikel Rekomendasi

post4

Calon Ayah Harus Periksa Apa?

Idealnya, setiap calon ayah memeriksakan diri sebelum berencana punya anak. Tentu saja pemeriksaan fisik dan laboratorium penting agar kehamilan sehat tercapai.... read more

post4

5 Tips di Masa Prakonsepsi

Jika Anda sedang berusaha memiliki bayi, apa saja yang harus dilakukan agar kondisi Anda tetap prima saat hamil nantinya? Simak 5 tips berkut:... read more