10 Langkah Untuk Hamil Sehat

 



6. Makan dengan baik, tapi bukan makan untuk berdua. Masa kehamilan merupakan masa menghitung kalori. Makan bukan untuk memenuhi rasa kenyang, tapi yang penting terpenuhi kebutuhan protein, folat, zat besi dan kalsium untuk membantu pertumbuhan janin.

Selama hamil, menambahkan makanan berserat sangat dianjurkan untuk mencegah konstipasi. Kebutuhan cairan juga harus dipenuhi untuk meningkatkan volume darah. Makan makanan kecil 4 – 5 kali akan menjaga gula darah tetap stabil dan mencegah makan berlebihan.

 
Hindari makanan berpotensi bahaya bagi kehamilan seperti makanan mentah (seafood, daging, susu, keju yang tidak dipasteurisasi), setengah matang (daging, telur, seafood), dan sayuran yang tidak dicuci.
 

7. Aktif bergerak. Meski hamil, olah raga 30 menit sehari enam sampai tujuh hari seminggu sangat dianjurkan bagi ibu hamil, kecuali ada alasan medis. Latihan peregangan secara teratur dapat mengurangi sakit punggung, konstipasi, dan morning sickness. Hasilnya, otot jantung dan paru yang kuat, bekal utama dalam proses persalinan.
 
Jaga keselamatan, karena cedera menempati urutan tertinggi penyebab kematian pada ibu hamil. Kecelakaan kerap dialami ibu hamil yang mengemudi. Bukan soal kurang hati-hati, tetapi soal kondisi fisiknya.
 
8.  Go green, minimalkan penggunaan bahan kimia. Bahan kimia sangat dekat dengan ibu hamil karena kebersihan rumah berkaitan dengan penggunaan bahan kimia. Membersihkan lantai, membersihkan area dapur, spray untuk menghilangkan noda pada pakaian, juga produk kecantikan. Hindari juga debu cat dinding bila rumah Anda sedang direnovasi.

urangi penggunaan plastik untuk wadah makanan dan minuman. Hindari asap rokok, kotoran kucing atau pupuk kandang saat Anda berkebun. Cuci bersih sayuran dan buah sebelum dikonsumsi, bersihkan dari pestisida. Pestisida yang tertelan saat hamil dapat meningkatkan risiko obesitas, infertile, ADD, dan masalah kognitif pada anak.

 
9. Jaga kenaikan berat badan tidak lebih dari 18 kg bagi ibu hamil yang berat badan awalnya normal. Untuk calon ibu yang underweight, kenaikan hingga 20 kg masih tergolong wajar. Bagi calon ibu yang sebelum hamil sudah overweight, kenaikan maksimal 12,5 kg.

iset membuktikan sebagian besar perempuan mengalami kenaikan berat badan berlebihan selama hamil. Hamil kegemukan berisiko komplikasi kehamilan termasuk diabetes gestasional, hipertensi dan praeklamsia, serta melahirkan bayi besar yang berujung pada operasi caesar.

Tapi selama hamil juga bukan waktunya untuk diet, jadi jangan berhenti makan apalagi menunda makan.



10. Cari bantuan bila Anda stres. Beberapa riset menemukan, stress berkepanjangan pada ibu hamil dapat mempengaruhi janin. Satu dari sepuluh calon ibu mengalami depresi selama hamil. Banyak yang bisa kembali pulih tanpa bantuan ahli.

Anda tetap dapat melakukan hubungan seks sampai saatnya melahirkan.

 



Artikel Rekomendasi

post4

Mengatasi Gangguan Kesuburan Pria

Gangguan kesuburan pria yang terkait dengan masalah sperma, bisa dibedakan menjadi gangguan sebelum testis (pretesticular), gangguan pada testis (testicular), dan gangguan setelah testis (posttesticul... read more