HOME
Tumbuh kembang
Artikel
Tools
Berita Ayahbunda
Album Ayahbunda
Dari Ayahbunda
Bookmark
I
Daftar Baru
I
Lupa Password
I
Aktivasi
Close
Anda sudah terlogin dalam website Ayahbunda tetapi profile Anda belum diaktivasi. Silahkan
klik disini
untuk mengirimkan ulang email aktivasi.
Artikel
Berbagi Pengalaman
Bermain dan Permainan
Gizi dan Kesehatan
Keuangan
Psikologi
Resep
Tanya - Jawab
Tips
Travelling
Fashion
Terbaru !!!
Tools
Chart
Checklist
Ebook
Games
Jurnal
Materi Presentasi
Mewarnai Buncil
Alamat Penting
Kalkulator IMT
Jadwal Imunisasi
E-Card
Komunitas
Berita Ayahbunda
Album Ayahbunda
Member Ayahbunda
Acara & Lomba
Kalender Ayahbunda
Event
Interaktif
Lomba
Sayembara
Polling
Angket
Oh Ternyata!
Bayi Bulan
Tanya Ahli
Tanya Redaksi
Group Diskusi
Belanja
Buku
Majalah
Home
» Article
» Tips
» Kelahiran
Tips
Prakonsepsi
|
Kehamilan
|
Kelahiran
|
Bayi
|
Balita
|
Keluarga
Bookmarking
Bookmark
Already Bookmarked
Kirim ke teman
Tips Menyimpan ASI Perah
Memerah dan menyimpan ASI memang menjadi solusi tepat untuk ibu bekerja yang ingin tetap memberikan ASI untuk bayinya.
Ini rahasia menyimpan ASI perah agar tetap aman diminum bayi.
Siapkan wadah penampung ASI yang mudah disterilkan, biasanya berupa botol bertutup rapat yang terbuat dari gelas tahan panas.
Gunakan wadah yang volumenya sesuai dengan kebutuhan bayi untuk sekali minum, misalnya 125 ml.
Bila ASI perah akan diberikan kurang dari 6 jam, maka tidak perlu di simpan di lemari pendingin. Sebaiknya jangan menyimpan ASI di suhu kamar lebih dari 3 atau 4 jam.
Bila perlu disimpan selama 24 jam, segera masukkan ASI perah ke dalam lemari pendingin pada suhu 4 derajat celcius (jangan sampai beku).
Bila ASI perah akan digunakan dalam waktu 1 minggu atau lebih, maka ASI perah tersebut harus segera didinginkan dalam lemari pendingin selama 30 menit, lalu dibekukan pada suhu -18 derajat celcius atau lebih rendah. ASI yang sudah dibekukan dapat disimpan antara 3 – 6 bulan.
Bila mungkin, simpanlah ASI di lemari pendingin bagian tengah, atau di bagian terdalam
freezer
, karena lokasi-lokasi tersebut memiliki temperatur yang lebih dingin dan konstan.
Jangan menyimpan ASI pada rak yang menempel di pintu lemari pendingin karena temperatur di tempat ini mudah berubah ketika pintu dibuka dan ditutup.
Beri label setiap wadah ASI yang berisi keterangan kapan ASI tersebut diperah.
Jangan mengisi penuh wadah penampung ASI, karena ASI akan memuai saat membeku. Sisakan kurang lebih ¼ bagian kosong.
ASI yang telah dihangatkan tidak boleh didinginkan lagi untuk diberikan pada bayi di waktu minum berikutnya.
Pembekuan yang lama (lebih dari 6 bulan) dapat mengubah komposisi kimia ASI, seperti terjadi penguraian beberapa senyawa lemak dan hilangnya beberapa senyawa yang berfungsi melawan organisme berbahaya. Risiko kontaminasi juga tinggi, jika tiba-tiba listrik padam sehingga susu cair dan dibekukan kembali.
Simpan ASI beku sebagai cadangan untuk keadaan darurat. Jika sedang di rumah, susui bayi.
Baca juga:
Kualitas ASI Perah
Menyiapkan ASI dari Kulkas
Menyimpan ASI Perah Ketika Listrik Padam
Ibu Bekerja dan ASI Perah
Membawa ASI Perah Dalam Pesawat Terbang
Komentar
Sedang mengambil data ...
Input komentar
200 karakter tersedia
Sedang mengirim komentar ...
* Dengan mengklik tombol "kirim" diatas berarti anda telah menyetujui
Privacy Policy & Disclaimer
kami.
Kirim ke Teman
Nama
Email
Tambah Email
Pesan
200 karakter tersedia
Sedang mengirim email ...
* Jika Anda telah login, maka email akan terkirim dengan nama Anda
Angket Ayahbunda
Angket Ayahbunda 2012
Tanpa Alergi Si Kecil Tumbuh Optimal
» more