HOME
Tumbuh kembang
Artikel
Tools
Berita Ayahbunda
Album Ayahbunda
Dari Ayahbunda
Bookmark
I
Daftar Baru
I
Lupa Password
I
Aktivasi
Close
Anda sudah terlogin dalam website Ayahbunda tetapi profile Anda belum diaktivasi. Silahkan
klik disini
untuk mengirimkan ulang email aktivasi.
Artikel
Berbagi Pengalaman
Bermain dan Permainan
Gizi dan Kesehatan
Keuangan
Psikologi
Resep
Tanya - Jawab
Tips
Travelling
Fashion
Terbaru !!!
Tools
Chart
Checklist
Ebook
Games
Jurnal
Materi Presentasi
Mewarnai Buncil
Alamat Penting
Kalkulator IMT
Jadwal Imunisasi
E-Card
Komunitas
Berita Ayahbunda
Album Ayahbunda
Member Ayahbunda
Acara & Lomba
Kalender Ayahbunda
Event
Interaktif
Lomba
Sayembara
Polling
Angket
Oh Ternyata!
Bayi Bulan
Tanya Ahli
Tanya Redaksi
Group Diskusi
Belanja
Buku
Majalah
Home
» Artikel
» Cari Artikel
Article
Prakonsepsi
|
Kehamilan
|
Kelahiran
|
Bayi
|
Balita
|
Keluarga
Kata Kunci: 4
Bookmarking
Bookmark
Already Bookmarked
Kirim ke teman
Menyiapkan ASI dari Kulkas
Bagi ibu bekerja, pemberian ASI eksklusif tetap bisa dilakukan dengan menyimpan ASI perah di lemari pendingin. Inilah kiat pemberian ASI dari lemari pendingin
Jika Anda akan mencairkan ASI perah yang disimpan di lemari pendingin pada suhu 4 derajat Celcius,s ebaiknya Anda tidak mencairkannya semalam suntuk pada suhu kamar. Sebaliknya, tidak perlu mencairkan di atas kompor.
Jangan pula memanaskan dengan microwave. Pemanasan di microwave bukan saja akan menghancurkan kandungan vitamin di dalam ASI, tapi juga menimbulkan titik-titik panas (
hot spots
) yang bisa "membakar" lidah atau mulut bayi.
Jadi, bila Anda ingin mencairkan ASI beku, kurang lebih setengah jam sebelum waktu menyusui tiba, ambil wadah ASI dari lemari pendingin. Selanjutnya hangatkan dengan memegang wadah tersebut di bawah air mengalir yang hangat. Secara bertahap tingkatkan suhu air sampai ASI cair dan hangat. Kocok wadah penampung ASI sebelum ASI diberikan pada bayi.
ASI perah sudah tidak terlalu dingin tersebut dapat diberikan menggunakan cangkir atau sendok kecil yang bersih. Bila menggunakan cangkir, tempelkan bibir cangkir pada bibir bawah bayi dan biarkan bayi menggunakan lidahnya untuk meminum ASI (tidak ditumpahkan). Selain itu, yang memberi ASI perah dengan sendok/cangkir tersebut harus orang lain, bukan Anda. Agar ada konsistensi, sehingga bayi tahu kalau dari Anda ia menyusu dan kalau dari orang lain ia minum ASI perah menggunakan sendok/cangkir. Diharapkan, ia tidak akan mengalami "bingung puting".
Sebaiknya Anda tidak menyimpan atau membekukan ulang sisa susu yang tidak dihabiskan bayi agar bayi terhindar dari risiko diare.
Semua upaya ini pada mulanya tampak sulit. Tapi jika sudah terbiasa, segalanya akan menjadi mudah. Jangan dulu gamang untuk mencoba. Apa pun hasil yang Anda peroleh, hargai diri Anda untuk upaya yang telah Anda lakukan. Sedikit banyak usaha Anda ini memberikan sesuatu yang terbaik bagi kesehatan bayi.
Baca:
Tips Menyimpan ASI Perah
Ibu Bekerja dan ASI Perah
Sukses Perah ASI di Kantor
Memerah ASI, Manual VS Pompa
Komentar
Sedang mengambil data ...
Input komentar
200 karakter tersedia
Sedang mengirim komentar ...
* Dengan mengklik tombol "kirim" diatas berarti anda telah menyetujui
Privacy Policy & Disclaimer
kami.
Kirim ke Teman
Nama
Email
Tambah Email
Pesan
200 karakter tersedia
Sedang mengirim email ...
* Jika Anda telah login, maka email akan terkirim dengan nama Anda
Polling Ayahbunda
Stimulasi otak
Q:
Apa kegiatan favorit bersama balita untuk menstimulasi otaknya?
Membacakan dongeng
Main games edukatif
Mewarnai
Mendengarkan musik
Mengirim data...
Data telah terkirim,
klik disini
untuk melihat hasil.
» Lihat Hasil
Angket Ayahbunda
Lomba Sharing Liburan Ayahbunda-Xenia
» more