6 Langkah Menjadi Ayah Hebat

 

 
123RF



 
Ukuran keberhasilan menjadi seorang ayah ridak hanya membuat anak senang sekali atau dua kali, tapi Anda harus lakukan secara konsisten. Berikut adalah beberapa tips menjadi ayah hebat bagi anaknya:

Kenali dunianya
Buat diri Anda nyaman dengan dunia anak. Begitu juga, persilakan balita mengenal dunia Anda. Misalnya, ketika ia sedang asyik bermain, Anda bisa ikut bergabung kemudian minta ‘dikenalkan’ dengan mainan atau apa yang sedang anak lakukan. Sebaliknya, ajak anak sesekali ke kantor. Biarkan ia tahu apa dan bagaimana ayahnya bekerja. Libatkan pula anak pada aktivitas yang biasa Anda lakukan seperti mencuci mobil, memancing, atau menonton acara olahraga di tv.

Jadi sahabat si kecil
Bagi anak perempuan, Anda adalah sahabat sekaligus cinta pertamanya sehingga kelak ia akan mencari pasangan yang seperti Anda. Dan bagi anak laki-laki, Anda adalah sahabat sekaligus idola. Kelak ia akan mencontoh Anda saat ia besar. Untuk bisa menjadi sahabatnya, Anda perlu tahu siapa saja teman dekat anak, apa makanan favoritnya, warna kesukaannya, cita-citanya saat besar nanti. Teruslah berusaha update tentangnya, sehingga ia akan berpikir bahwa Anda adalah sahabat terdekatnya karena Anda tahu segalanya tentang dia.

Berdiskusi
Ajak anak berdiskusi tentang apa pun. Tentu saja, sampaikan dengan kalimat sederhana yang bisa diterima anak. Kebiasaan ini bisa mengembangkan proses berpikir anak. Simak dan tanggapi secara baik setiap saat ia mengungkapkan apa yang dirasakan atau dipikirkan. Anda juga mesti bersabar bila anak menanyakan hal-hal yang mungkin tak pernah terpikirkan oleh Anda, sebab menurut mereka Anda pasti sudah tahu jawabannya. Namun, bila Anda kebetulan tidak tahu jawabannya, anak juga perlu pengakuan Anda. Katakan saja, “Ayah juga belum tahu jawabannya, yuk kita cari bersama.” Ini bisa mendorong semangatnya untuk mencari tahu.

Jadwalkan waktu khusus
Bukannya menyisakan waktu, melainkan jadwalkanlah waktu spesial bersama anak, meskipun jadwal meeting Anda di kantor padat luar biasa. Anda mungkin merasa jadwal bersama anak bisa dibuat fleksibel. Namun, posisikan hal tersebut sama pentingnya dengan urusan kantor. Misalnya, upayakan untuk menelepon anak di sela-sela pekerjaan kantor, atau jadwalkan weekend sebagai waktu Anda beraktivitas dengan anak, sehingga tak boleh ada kesibukan lain selain itu. Sebab, jika mengandalkan fleksibilitas dan istilah ‘sebisanya atau sesempatnya saja’ bertemu dengan anak cenderung akan membuat Anda terlena untuk tidak melakukannya.

Have fun together
Anda dan anak pasti punya hal kecil tapi favorit yang hanya bisa dilakukan berdua saja secara eksklusif, seperti mengangkat anak tinggi-tinggi atau mengelitiki perutnya hingga ia tertawa lepas. Jika Anda belum menemukannya, cari tahu saja dengan melakukan banyak eksperimen. Pada akhirnya, Anda akan menemukan hal kecil favorit yang dilakukan bersama.

Ikut berperan di sekolah anak
Cari tahu dan kenali guru, staf administrasi, dan teman-teman anak di sekolah. Alih-alih mengutus istri Anda, ikutlah hadir pada saat pertemuan orang tua dan guru di sekolah supaya Anda bisa mengetahui kemajuan anak di sekolah. Bantu juga anak mengerjakan pekerjaan sekolah.

(FIN/FAR)

Baca Juga:
Gaya Ayah Mengasuh Anak
4 Poin Ini Harus Ayah Miliki Dalam Mengasuh Anak

 



Artikel Rekomendasi