Mengenal Kanker Testis pada Pria

 

Fotosearch


Kanker testis adalah kanker yang terjadi di bagian organ intim. Kanker ini tergolong cukup langka dan paling sering diderita oleh pria usia 15-49 tahun. Di Amerika Serikat, 1 banding 263 rasio kejadian kanker testis dialami pria mulai usia 20 sampai 54 tahun ke atas. Padahal testis merupakan bagian penting dalam sistem reproduksi pria karena organ inilah yang menghasilkan hormon testosteron dan sperma.

Apa saja penyebabnya ?
Hingga saat ini para ahli masih belum mengetahui penyebab kanker testis. Namun yang pasti, kanker testis terjadi ketika sel-sel di dalam testis berkembang secara abnormal sehingga tumbuh tanpa bisa dikendalikan. Sementara menurut American Cancer Society, ada beberapa faktor penyebab yang dicurigai dapat meningkatkan risiko pria dapat mengalami kanker testis, di antaranya adalah usia, HIV, merokok, berat dan tinggi badan, riwayat keluarga, dan pertumbuhan testis yang tidak normal.


Curigai tanda-tandanya

 
  1. Terdapat benjolan: Biasanya terdapat benjolan yang muncul di sekitar testis, namun tidak semua benjolan bersifat kanker.
  2. Testis membengkak: Jika testis Anda lebih besar dari biasanya, mungkin ini merupakan salah satu gejala yang patut dicurigai. Sebab, bisa jadi testis mengalami varises atau pelebaran pembuluh darah yang dapat menyebabkan ukuran testis membesar.
  3. Sering sakit kepala dan pusing: Sakit kepala dan pusing biasanya diakibatkan oleh sel kanker yang sudah mulai menyerang otak.
  4. Sering nyeri perut: Ini disebabkan oleh kanker yang sudah mulai menyebar ke hati, sehingga mengakibatkan pembesaran kelenjar getah bening.
  5. Nyeri pada dada: Biasanya juga disertai dengan batuk berdarah dan kesulitan bernapas akibat sel kanker yang sudah mulai menyebar ke paru-paru.


Jenis pemeriksaan yang dapat dilakukan

Biasanya akan dilakukan pemeriksaan dengan ultrasound, CT Scan, X-Ray, tes darah untuk mengukur penanda tumor atau sel kanker, serta pemeriksaan riwayat kesehatan pasien dan kondisi fisik pasien. Jika dahulu dokter menyarankan untuk melakukan biopsi, saat ini biopsi tidak boleh sering-sering dilakukan, sebab dapat mempercepat penyebaran kanker, bila kanker ternyata ganas.



Cara pencegahan

•Rajin memeriksa testis secara mandiri.
•Segera ke dokter, jika sudah timbul gejala.
•Perbanyak konsumsi sayuran hijau dan kacang-kacangan yang efektif dapat mencegah perkembangan kanker.
•Berhenti merokok.
•Jaga berat badan.
•Berolahraga secara rutin.
•Mengontrol emosi agar tidak mudah stres, sebab stres sangat berpengaruh terhadap perkembangan kanker.



(TIM AB/WIT)



Baca juga:
Torsio testis, Bikin Ayah Mandul
3 asalah Seks Pria Yang Baru Menikah
Waspadai Sindrom Defisiesi Testosteron

 



Artikel Rekomendasi