6 Tes Untuk Mengetahui Alergi Anak

 

Fotosearch


Kulit si kecil tiba-tiba merah, gatal, mengelupas dan kasar seperti eksim. Setiap diobati, kambuh lagi. Anda pun curiga, jangan-jangan dia alergi pada sesuatu makanan, susu, atau udara. Tapi, daripada menebak dan kejadiannya terus berulang, ada baiknya ia dites alergi untuk memastikan apakah ia alergi atau tidak.  Bila ia dinyatakan positif menderita alergi, perlu diketahui apa sumber pencetus alergi atau alergennya. 

Dalam pemeriksaan alergi, yang dites adalah kadar Imunoglobulin E spesifik terhadap zat-zat tertentu yang menimbulkan alergi di dalam darah anak. Bila nilainya lebih besar dari nilai normal (0,1-0,4 ug/ml dalam serum) atau diambang batas tinggi, maka anak dinyatakan positif menderita alergi. Setelah itu, ada tes susulan untuk mengetahui bahan atau zat apa yang menyebabkan penyakit alergi.      

Apabila dilakukan dengan benar dan tepat, mulai dari persiapan hingga cara melakukan tes, semua jenis tes alergi memiliki tingkat akurasi mendekati 100%. Berikut beberapa jenis tes untuk mengetahui alergen.

Tes tusuk kulit (Skin Prick Test)
Gunanya:  memeriksa alergi terhadap alergen yang dihirup (debu, tungau, serbuk bunga) dan alergen makanan (susu, udang, kepiting), hingga 33 jenis alergen atau lebih.
Prosedur:
  • Untuk menjalani tes ini, usia anak minimal 3 tahun dan dalam keadaan sehat serta ia tidak baru  meminum obat yang mengandung antihistamin (anti-alergi) dalam 3–7 hari (tergantung jenis obatnya). 
  • Berbagai jenis makanan, bahkan tepung sari.diletakkan di atas kulit dengan cara diteteskan. Ekstrak alergen berupa bahan-bahan alami, misalnya  Tes dilakukan di kulit lengan bawah sisi dalam. Kulit diberi alat khusus disebut ekstrak alergen yang 
  • Tidak menggunakan jarum suntik biasa tetapi menggunakan jarum khusus, sehingga tidak  mengeluarkan darah atau luka, serta tidak menyakitkan.
  • Bila hasil tes positif alergi terhadap alergen tertentu, akan timbul bentol merah yang gatal di kulit.
  • Tes ini harus dilakukan oleh dokter yang betul-betul ahli di bidang alergi-imunologi karena tehnik dan interpretasi (membaca hasil tes) lebih sulit dibanding tes lain.

Tes tempel (Patch Test)
Gunanya: mengetahui alergi yang disebabkan kontak terhadap bahan kimia, misalnya pada kasus penyakit dermatitis atau eksim. 
Prosedur:  
  •  Dilakukan pada anak usia minimal 3 tahun.
  • Dua hari sebelum tes, anak tidak boleh melakukan aktivitas yang berkeringat atau mandi. Punggungnya pun tidak boleh terkena gesekan dan harus bebas dari obat oles, krim atau salep. 
  • Tes akan dilakukan di kulit punggung. Caranya, dengan menempatkan bahan-bahan kimia dalam tempat khusus (finn chamber) lalu ditempelkan pada punggung anak. Selama dilakukan tes (48 jam), anak tidak boleh terlalu aktif bergerak.
  • Bila hasil tes positif alergi terhadap bahan kimia tertentu, di kulit punggung akan timbul bercak kemerahan atau melenting.


Tes RAST (Radio Allergo Sorbent Test)
Gunanya: Mengetahui alergi terhadap alergen hirup dan alergen makanan. 
Prosedur:  
  • Dapat dilakukan pada anak usia berapa pun dan tidak menggunakan obat-obatan. 
  • Dalam tes ini, sampel serum darah anak akan diambil sebanyak 2 cc, lalu diproses dengan mesin komputerisasi khusus. Hasilnya diketahui setelah 4 jam.
 

 



Artikel Rekomendasi

post4

Cerdas Hadapi Alergi Balita

Balita bersin-bersin terus, gatal-gatal, sesak napas, atau diare? Alergi balita bukan penyakit, balita tak selalu butuh obat agar terhindar dari gejalanya.... read more