Agar Anak Percaya Diri Ikut Lomba

 

Foto: 123RF
Mengikutsertakan si kecil dalam berbagai macam perlombaan tentu saja boleh. Apalagi, bila ia tampak percaya diri untuk ambil bagian. Namun sebelum ikut berlomba, Anda harus sudah lebih dulu mengenali proses perkembangan jiwa kompetitifnya.
 
Tahap perkembangan emosi yang perlu dikembangkan agar anak memiliki jiwa kompetitif yang positif adalah self-conscious emotion atau ‘emosi ke-aku-an’.

Sayangnya, emosi ini masih jarang menjadi perhatian orang tua dan pendidik, padahal memiliki dampak yang besar bagi perkembangan motivasi, jiwa kompetitif dan keterampilan sosial pada anak di usia 3-4 tahun ke atas.

Berikut ini adalah bantuan yang perlu Anda berikan bagi si kecil, agar ia mampu menyalurkan, dan mengelola jiwa kompetitifnya dengan baik, terutama saat berlomba.
 
Pilih-pilih.
Cermati lebih dahulu, si kecil lebih terampil di bidang yang mana. Dengan mengikutsertakan si kecil dalam lomba yang sesuai dengan kemampuan dan usianya, dirinya akan merasa enjoy, lebih berdaya, dan percaya diri saat mengikuti lomba.
 
Beri gambaran.
Ajak si kecil menyaksikan berbagai acara lomba. Sambil mengamati suasana sebuah perlombaan, Anda bisa menjelaskan mengenai aturan lomba, seperti perlengakapan yang dibutuhkan, durasi lomba, dan sebagainya. Pemahaman dasar tentang lomba merupakan bekal yang baik dalam membantu si kecil mengembangkan mental kompetisinya.
 
Anti ambisius.
Berikan apresiasi berupa dukungan, dan pujian yang bisa memberikan semangat agar ia senang mencoba, dan terus berusaha. Jelaskan kepadanya bahwa lomba yang akan diikutinya bertujuan memberi pengalaman, dan melihat kemampuan dirinya sendiri. Hindari memberikan pesan yang membebankan, dan ikut campur saat si kecil sedang mengikuti lomba.
 
Tidak membandingkan.
Untuk memacu semangatnya, bangun motivasi si kecil  dengan apresiasi, dan pengakuan atas upaya terbaiknya. Cara ini jauh lebih efektif daripada membanding-bandingkannya dengan anak lain.
 
Siap kalah.
Terkadang saat menerima kemenangan terasa lebih mudah dan membahagiakan bagi si kecil, dibandingkan menerima kekalahan. Namun, biasanya si kecil masih belum mengerti akan hal ini dan cenderung menangis saat kalah dalam perlombaan. Sebaliknya saat menerima kemenangan hal yang paling ditakutkan adalah kesombongan. Untuk itu, persiapkan si kecil agar tak sombong dan tidak menangis ketika meraih kemenangan maupun kekalahan. Hargailah usahanya, dan dukung agar ia menikmati lomba dengan penuh semangat, dan tak merasa dituntut untuk menang. Berikan hadiah hiburan saat ia mengalami kekalahan, jelaskan bahwa Anda menghargai keberaniannya untuk ikut dalam perlombaan.


Baca juga:
Tanamkan Sportivitas pada Anak
Cara Terbaik Menumbuhkan Jiwa Sportif Anak

 



Artikel Rekomendasi

post4

Mengikutsertakan Balita Dalam Lomba

Mengikutsertakan anak dalam perlombaan, tentu saja boleh. Sering ikut kompetisi sangat penting bagi pengembangan pribadi anak. Apalagi bila buah hati Anda punya potensi yang sangat bagus. Tapi, ada ra... read more

post4

Aku Stres, Bunda!

Anak introvert tidak terbuka soal perasaannya. Tak perlu dipaksa buka mulut. Kenali saja tandanya dia stres. ... read more