Anak 'Humoris'?

 

“A sense of humor can brighten family life”. Tak hanya keluarga, orang asing di sekitar kita pun bisa merasa senang karena humor. Inilah yang sedang Anda alami saat anak memperlihatkan kemahirannya menunjukkan berbagai ekspresi, melalui kedipan mata, hidung dan mulut yang ia bentuk hingga caranya menggerak-gerakan tubuh mengikuti lagu. Saat ia sadar hal tersebut membuat semua orang tertawa, ia pun akan melakukannya lagi berulang-ulang kali.

Dampingan Anda sebagai orangtua sangat diperlukan dalam merespon rasa humornya ini, agar kelak anak mengerti makna humor dengan benar, bukan sekadar untuk mengundang tawa, karena respon dari orang-orang di sekitarnya akan memudar ketika ia sudah mulai berlebihan atau bila humornya itu sudah tidak pantas disebut lucu.

Ikutlah tertawa. Balita Anda tak akan paham bahwa dirinya jenaka bila tak ada orang di sekitarnya yang tertawa melihat tingkahnya. Dengan ikut tertawa, ia juga akan merasa dihargai. Inilah yang membuatnya mengulang kembali tingkahnya karena ia pun senang melihat Anda senang. Tertawa bersama merupakan cara bonding dengan anak. Ikutlah menyelami imajinasinya yang membuat ia merasa senang karena humor dan imajinasi merupakan salah satu cara untuk balita mengenal satu sama lain dan memperkuat rasa memiliki.

Bantu anak menciptakan humor. Bantu anak menciptakan humor ketika Anda mulai merasa humor yang diciptakan anak tidak lucu atau mengarah ke hal-hal yang negatif. Gali terus rasa humor balita dengan berekspresi di depan kaca atau bernyanyi sambil bergerak mengikuti lirik lagu. Lewat kegiatan ini, biasanya ada satu hal yang menurut anak lucu. Selama hal tersebut layak, biarkan saja anak melucu di depan ayah atau kerabat yang lain.

Eksplorasi humor bersama melalui permainan. Mengadakan pesta kostum di rumah, kenapa tidak? Tak perlu mengundang orang banyak, Anda sekeluarga saja sudah cukup, atau cukup menggunakan face painting untuk melukis wajah anak a la badut atau sesuatu yang ia gemari dan membuatnya tertawa. Minta nenek atau pengasuh untuk mengabadikan momen ini dengan foto atau video. Selain meningkatkan rasa humor, hal ini dapat membantu balita untuk lebih percaya diri di kemudian hari. 

Pilih tontonan anak dengan humor yang positif. Tayangan apapun dapat spontan membuat anak Anda tertawa. Namun, jangan sampai itu tak sesuai dengan usianya. Mentang-mentang banyak orang tertawa, belum tentu alasannya positif dan pantas untuk ditertawakan, mengingat konsep hiburan yang diciptakan di saluran televisi belakangan ini seringkali hanya untuk menertawai orang lain. Berbeda bila anak tertawa saat melihat adegan lucu yang memang ada di film anak-anak, misalnya aksi jenaka para minions dari film Despicable Me atau kepolosan Baymax, si robot besar yang baik hati dari film Big Hero 6.

Jangan paksakan anak kalau sedang tidak mood. Ingat, anak bukanlah badut yang bisa Anda harapkan untuk selalu tertawa. Ada kalanya ia sedang lelah atau kesakitan, yang bila dipaksa untuk bercanda, akan membuatnya menolak, malah ia justeru bisa menangis. Dengan menghargai suasana hati anak, ia pun akan memahami tentang berbagai perasaan yang ditunjukan dalam ekspresi wajah. Bila merasa senang dan terhibur, ia boleh tertawa, bila suasana hatinya sedang tidak terhibur, ia boleh diam, dan bila sedang merasa sakit atau sedih, ia boleh menangis.

(RAC/ERN)

 



Artikel Rekomendasi

post4

Sabar, Jika Anak 1 Tahun Berulah

Perkembangan anak usia 1 tahun memang sedang lucu-lucunya. Tingkahnya kerap membuat Anda tertawa. Tapi ada pula ulahnya yang bisa membuat bunda kurang berkenan... read more