Membangun Harga Diri Anak, Beri Tantangan dan Pujian

 

Foto ilustrasi (Freepik)

Harga diri (self-esteem) adalah pandangan keseluruhan dari individu tentang dirinya sendiri. Menurut Wikipedia, penghargaan diri terkadang juga disebut dengan martabat diri atau gambaran diri. Ada pula yang menyamakan harga diri sebagai cara seseorang menghargai, menyukai, atau menyayangi diri sendiri. 

Mengapa harga diri merupakan aspek penting dalam perkembangan anak?
Penghargaan terhadap diri sendiri berkontribusi pada perilaku sosial yang positif dan sebagai 'pelindung' ketika anak terpengaruh oleh situasi yang negatif. 

Anak-anak yang memandang dirinya secara positif memiliki kepercayaan diri untuk mencoba hal-hal baru. Mereka merasa bangga (bukan sombong) atas apa yang ada pada dirinya, terlepas dari situasi dan kondisi apa yang sedang dia hadapi. Harga diri positif inilah yang akan mendorong anak untuk berani menaklukkan tantangan, berani memulai langkah untuk mengukir prestasi baik, dan tidak terpengaruh pada tekanan teman sebayanya.

Sebaliknya, anak-anak yang memiliki harga diri rendah, kerap merasa tidak percaya diri, merasa lemah, bahkan ia bisa merasa tidak layak untuk menerima hal-hal baik dari sekelilingnya. 

Anak-anak yang memiliki harga diri rendah, kemungkinan akan kesulitan untuk membela dirinya sendiri dan tidak punya motivasi untuk berprestasi. Anak-anak yang demikian, ketika melakukan kesalahan, akan dianggapnya kesalahan itu sebagai kegagalan dan sulit untuk bangkit kembali. 

Bagaimana harga diri anak terbentuk?
Harga diri dapat terbentuk sejak anak bayi yang kemudian berkembang perlahan seiring waktu. Pembentukan harga diri dimulai dari anak merasa aman, dicintai, dan diterima oleh orang tuanya serta perlakukan positif dan kasih sayang dari orang-orang di sekitarnya. 

Ketika anak-anak semakin besar dan bisa melakukan banyak hal sendiri, harga dirinya bertambah. Ia tahu dirinya memiliki beberapa keterampilan, seperti beragam permainan yang ia mainkan. 

Saat anak mencoba hal-hal baru dan ia berhasil menaklukkan rintangan yang ia temui, harga dirinya kian meningkat. Demikian terus terjadi hingga anak dewasa. Semakin ia tahu dirinya mampu, semakin banyak yang ia pelajari, semakin berkembang pula harga dirinya. 

Bagaimana orang tua dapat membangun harga diri anak?
Setiap anak berbeda. Beberapa anak mungkin merasa harga dirinya baik-baik saja sejak awal kehidupannya. Tapi anak-anak lain bisa saja menghadapi hal-hal yang dapat menurunkan harga diri mereka. Namun kabar baiknya, untuk anak-anak yang harga dirinya rendah, dapat ditingkatkan dengan bantuan orang tua. 

Berikut ini beberapa cara yang dapat dilakukan orang tua untuk membantu membangun atau meningkatkan harga diri anak. 

Berikan anak tantangan atau kesempatan untuk melakukan hal-hal baru
Ini sama dengan memberikan stimulasi pada anak sesuai usianya. Misalnya, pada anak usia 1 tahun, biarkan ia makan dengan memegang sendok sendiri; pada anak usia 3 tahun, beri kesempatan untuk belajar sepeda; dan hal-hal baru lainnya yang bisa mencakup bidang musik, olahraga, seni, memasak.  

Dengan mencoba hal baru, anak belajar menaklukkan tantangan dan memecahkan masalah. Ketika ia berhasil, akan timbul perasaan senang dan ia mengetahui seberapa besar kemampuannya. Inilah yang akan menjadi modal untuk mengembangkan harga dirinya.

Saat anak mulai belajar hal baru, tunjukkan contoh dan beri bantuan terlebih dahulu. Kemudian biarkan anak mencobanya sendiri. Pastikan anak mendapat kesempatan untuk belajar, mencoba, dan merasa bangga. 

Beri anak pujian secukupnya, namun jangan berlebihan. Idealnya, anak diberi pujian karena telah menunjukkan usahanya. Pujian tidak harus berfokus pada hasil. 

Hindari mengkritik yang terlalu keras. Kata-kata orang lain tentang diri anak bisa dipahami sebagai kebenaran oleh anak itu sendiri. Misalnya begini, ketika orang tua melabeli anak sebagai pemalas, anak bisa merasa memang dirinya pemalas. 

Kata-kata negatif tidak memotivasi. Karena itu, pilihlah pesan-pesan positif yang akan membangkitkan daya juang anak untuk mau mencoba dan merasa dirinya mampu. 

Izinkan anak membantu dan memberi sesuatu pada orang lain. Harga diri tumbuh ketika ia melihat bahwa apa yang mereka lakukan penting bagi orang lain. Membantu dan memberi adalah tindakan baik yang membangun harga diri dan perasaan baik lainnya.



ALI

 



Artikel Rekomendasi

post4

Kiat Membangun Harga Diri Anak

Banyak hal dilakukan orang tua demi kebaikan anak. Dari itu semua yang penting adalah dukungan terhadap aktivitas anak, apalagi bila aktivitas itu pilihan anak... read more

post4

Kasus Kekerasan Emosi/Verbal

Masa kanak-kanak adalah masanya meniru dan mulai tertanamnya norma-norma yang akan dia ikuti. Kata-kata dan perilaku kasar yang diterimanya, akan ditirunya. ... read more