Satu Jam Saja Nonton TV

 

 

Sudah ada riset yang menunjukkan adanya kaitan antara lamanya waktu menonton televisi dengan kemampuan akademik seperti membaca, menulis dan berhitung, serta keterampilan sosial.

Kalau selama ini kita hanya tahu soal tontonan memicu obesitas pada anak, penelitian terbaru dari New York University menyimpulkan, lamanya balita menonton televisi mempengaruhi kesiapannya masuk dunia sekolah.
American Academi of Pediatric membatasi waktu menonton pada anak usia 2 – 5 tahun hanya satu jam saja sehari. Lebih dari itu, Bunda akan menuai hasilnya: semakin sulit anak dipersiapkan masuk Taman Kanak-kanak.

Riset  dilakukan terhadap 807 murid TK dari berbagai latar belakang. Orangtua mereka harus melaporkan kondisi ekonomi mereka dan berapa jam sehari anak-anak mereka menonton televisi – tidak termasuk video game, tab, dan smartphone. Para partisipan dalam riset itu kemudian dinilai kesiapan keterampilan penting dalam hal matematika, pemahaman huruf dan kata, keterampilan sosial dan kognitif seperti mengingat, fleksibilitas berpikir, dan menghadapi kesulitan.

Anak-anak yang menonton televisi lebih dari dua jam sehari, kesiapan mereka masuk Taman kanak-kanak cenderung rendah. Mereka menghabiskan banyak waktu di depan layar ketimbang belajar hal-hal lain yang penting sebagai bekal mereka masuk prasekolah.
Penemuan yang menakjubkan dari riset itu adalah, nonton TV terlalu lama memberi dampak buruk pada kemampuan matematika dan pengambilan keputusan, karena  yang ditonton anak hanya mengenalkan kata.

Bunda, manfaatkan jatah anak yang satu jam itu dengan tontonan bermutu yang membantu anak mengembangkan berbagai keterampilannya agar ketika Anda menggandengnya menuju sekolah, ia menjalaninya dengan bahagia. (IR)

 

 



Artikel Rekomendasi