Segudang Manfaat Bermain Puzzle untuk Balita

 

 
Foto: Envato

 

Bukan cuma soal latihan menjumput dan memasang. Bermain puzzle melibatkan proses berpikir yang rumit.

 

Sel-sel otak yang tidak digunakan akan hilang. Itu sebabnya, penggunaan otak harus dimaksimalkan agar semua bagiannya dirangsang dengan maksimal. Sediakan mainan puzzle sesuai umur anak, temukan manfaatnya di kemudian hari.

 

1. Motorik halus dan kasar. Memegang dengan menjumput potongan kecil dapat memperkuat jari-jarinya yang akan dia gunakan mengendalikan alat tulis. Puzzle besar yang diletakkan di lantai dapat merangsang motorik kasar karena anak harus merangkak, berjalan, mungkin juga berjalan dengan lutut saat memasang potongan besar. 


2. Persepsi visual. Ketika anak akan memasang kepingan, dia akan melihat dan mengamati kepingan puzzle untuk dicocokkan pada bentuk yang sesuai, dikirim ke otak untuk ditafsirkan. Ini disebut persepsi visual. Tanpa keterampilan ini anak tidak akan mengerti mengapa dua bagian harus terhubung bersama atau bagaimana kedua bagian itu bisa membentuk gambar yang lebih besar.

 

Apa sih gunanya persepsi visual? Ini berguna untuk belajar membaca dan menulis. Puzzle membangun beberapa persepsi visual seperti:
 

- Memori visual: mengingat apa yang dilihat

- Diskriminasi visual: melihat persamaan dan perbedaan dalam berbagai hal.

- Pemahaman visual: memahami apa yang dilihat

- Persepsi bentuk analisis dan sintesis visual: melihat pola dan menyatukannya.

- Penutupan visual: kemampuan mengidentifikasi objek apa, hanya dengan melihat bagiannya. Misalnya sepotong mata dalam potongan puzzle.

 

3. Koordinasi tangan dan mata. Mengembangkan integrasi visual - motorik anak, yang merupakan keterampilan penting untuk belajar menulis. 


4. Matematika awal. Selama bermain puzzle anak melihat pola dan bentuk, baik potongan maupun gambar utuh. Pengenalan bentuk merupakan aspek penting dari geometri dan pola hampir dapat ditemukan di hampir semua konsep matematika. 


5. Rentang perhatian. Ketika bermain puzzle anak duduk lebih lama dari biasanya dan tenggelam dalam aktivitasnya. Anak dapat fokus tanpa terganggu. Memberikan mainan ini akan membuat anak terus belajar memperpanjang rentang perhatiannya. 

 

Dengan permainan lain anak akan segera berhenti bila suasana hatinya buruk. Tetapi puzzle akan menahan anak sampai semua gambar tersusun secara utuh. Ini membuat anak tertantang untuk terus maju, menyelesaikan dan memiliki perasaan mampu.

 

6. Problem solving. Perhatikan saat anak bermain puzzle. Kepalanya ‘beruap’ - dia berpikir keras. Kelihatannya ‘cuma gitu aja’ padahal harus dipahami dengan cara yang logis melalui coba-coba, atau mencocokkan warna, bentuk, pola, dan lain-lain. Selama bermain anak belajar memecahkan masalah.



7. Bermain mandiri. Bermain puzzle mendorong anak untuk mandiri dalam bermain. Permainan ini tidak memerlukan campur tangan orang dewasa, anak bisa menghibur diri sendiri. 


8. Hubungan spasial. Mempelajari bagaimana sebuah benda dipasangkan di sebuah ruang yang saling terkait. Ini penting untuk membaca dan menulis serta memahami bagaimana angka dan huruf diposisikan serta orientasinya. Misalnya pada huruf b, d, p, q. 


9. Perkembangan kognitif. Sebuah riset menemukan, jenis puzzle yang bisa diselesaikan oleh anak dapat menunjukkan tingkat perkembangan kognitif mereka. Balita memasang puzzle dengan coba-salah, sementara orang dewasa berdasarkan gambar. Anak-anak harus mencapai tingkat perkembangan tertentu agar bisa menyusun puzzle. Dia akan mengikuti prosesnya sendiri, misalnya melengkapi bagian batas, baru kemudian memasang bagian tengah. 


10. Membangun rasa percaya diri. Anak melakukan sendiri dan menyelesaikannya sendiri. Itu sebabnya penting memberinya puzzle sesuai usia anak. Puzzle harus menjadi tantangan tetapi harus dapat diselesaikan sendiri. Kalau saat ini dia menyerah, dia akan mencobanya lain waktu sampai berhasil melengkapi. 


11. Tekun. Keterampilan penting yang dibutuhkan dalam menjalani persekolahan dan semua bidang kehidupan. 


12. Relaksasi. Meski menantang, menyusun puzzle bisa memberi efek ketenangan. Anak-anak yang terlalu menuntut perhatian dan rewel dapat ditenangkan dengan puzzle. Permainan ini juga dapat melepas stres. 

Direvisi 9/3/22

 



Artikel Rekomendasi