Infeksi Saluran Kemih Pada Balita Harus Segera Diatasi

 

Infeksi saluran kemih lazim dialami balita. Ini terjadi bila ada bakteri yang masuk ke dalam kandung kemih. 

Pada bayi, infeksi saluran kemih biasanya ditandai dengan demam.

Secara umum, infeksi saluran kemih (ISK) memiliki gejala:
- Rasa sakit seperti terbakar ketika buang air kecil.
- Terasa sangat ingin BAK tetapi yang keluar hanya beberapa tetes. 
- Demam.
- Sering terbangun tengah malam dan bolak balik ke kamar kecil untuk pipis.
- Ngompol meski sudah tidak ngompol lagi. 
- Sakit perut bagian bawah pusar.
- Urin berbau dan berwarna keruh. 



 
Penyebab ISK
ISK paling sering dialami oleh anak perempuan karena uretra anak perempuan lebih pendek dan dekat dengan anus. Anak laki-laki yang belum disunat juga berisiko mengalami ISK. Faktor risiko lainnya adalah kurangnya menjaga kebersihan di arena anuh dan kelamin. 

Sebenarnya ISK mudah diatasi. "Penyebab ISK lainnya adalah karena pengosongan kandung kemih setiap kali anak
buang air kecil tidak tuntas. Untuk mengatasi infeksi saluran kemih harus dilakukan pemeriksaan urin lengkap dan kultur urin. Dari hasil
pemeriksaan tersebut, dokter akan dapat memberikan penanganan dan pengobatan yang tepat sesuai dengan jenis kuman penyakit penyebab infeksi yang dideritanya," demikian  kata Dr. dr. Rini Sekartini, SpAK.

ISK bisa dicegah, caranya:

- Pada bayi, ganti popoknya setiap 3 jam atau tampak sudah basah. 
- Pada bayi perempuan, bersihkan kelaminnya dan area sekitarnya dengan air mengalir dari kapas basah. Keringkan dengan lap lembut sebelum memakaikan popok.
- Pada anak perempuan yang sudah besar, biasakan berbilas setelah buang air kecil dengan air mengalir tanpa sabun, kemudian keringkan hingga benar-benar kering. 
- Ganti celana dalam anak setiap 3 jam. 
- Ajarkan pada anak untuk tidak menahan buang air kecil.
- Pastikan anak cukup minum. 

IR

 



Artikel Rekomendasi

post4

Resep Kaserol Nasi Merah

Nasi merah yang terbuat dari gandum utuh kaya akan nutisi. Baik sekali diberikan untuk balita Anda, terutama yang menderita intoleransi laktosa. Untuk 1-2 tahun.... read more