Ajari Bayi dan Balita Menyukai Makanan Sehat Sejak Dini

 


Foto: Pixabay
 

Godaan gula ada di mana-mana. Oleh karena itu, peran orang dewasa--baik orang tua maupun pengasuh--sangat penting dalam memperkenalkan anak-anak kepada makanan bergizi sejak dini. Sederhananya, semakin cepat anak-anak menikmati banyak makanan utuh maka semakin baik.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC)
memberikan informasi terperinci tentang usia berapa bayi harus diperkenalkan kepada makanan pendamping (selain ASI atau susu formula) serta makanan dan minuman yang baik untuk dikonsumsi. Mengingat gula yang ditambahkan ke dalam banyak jenis jus, maka air putih adalah minuman terbaik untuk memulainya.

"Saat anak berusia antara 6-12 bulan masa untuk pengenalan makanan padat, orang tua dapat memberikan 0,12 - 0,17 Liter air per hari kepada si kecil yang membantu mereka belajar menikmati rasa air putih," kata Dr. Jennifer Woo Baidal, asisten profesor pediatri dari Columbia University Vagelos College of Physicians and Surgeons kepada Healthline.com.


Anak-anak di atas 1 tahun membutuhkan makanan nyata yang bisa dilihat maupun dipegang, seperti sayuran segar, buah-buahan, protein dan susu tanpa lemak, serta beberapa biji-bijian utuh. Konsumsi makanan utuh mungkin tidak bisa dilakukan setiap saat, sementara makanan kemasan dapat dibeli di mana-mana setiap saat. Inilah yang memicu godaan untuk memberikannya kepada bayi dan balita.

Apabila memang terlalu repot menyiapkan bahan makanan segar, Dr. Jennifer mendorong orang tua untuk membaca daftar bahan pada makanan kemasan serta mencari tahu seberapa banyak gula tambahan di dalamnya--biasanya terdaftar sebagai sirup jagung fruktosa tinggi, sukrosa, molase, atau sirup agave.

Dr. Jennifer juga menyemangati para orang tua agar tidak berkecil hati saat balita rewel dan menolak makanan baru yang diberikan. Cobalah secara perlahan-lahan ketika memperkenalkannya kepada si kecil. "Orang tua harus sadar bahwa bayi tidak menerima makanan dengan kandungan gula tinggi saat pertama kali mengonsumsi makanan padat. Mereka harus bersabar bahwa mungkin perlu beberapa kali mencoba sebelum akhirnya bayi belajar mencintai makanan sehat. Secara perilaku, ketika masih sangat muda, selera, persepsi rasa, dan hubungan anak dengan makanan baru saja dimulai." Jadi, memang butuh waktu, ya, Bun!

Ketika Anda sudah mengkondisikan sejak awak si kecil tidak menyukai konsumsi makanan yang benar-benar manis, maka hal ini akan mencegah mereka dari masalah kesehatan nantinya.

 



Artikel Rekomendasi

post4

Tak Perlu Sayur dalam MP-ASI

Jangan asal berikan sayur sebagai MPASI si kecil Bunda! Ada kandungan di dalam sayur yang menjadi antinutrien sehingga menghambat penyerapan zat gizi dalam bahan makanan lainnya. ... read more