Waspadai 10 Produk di Sekitar Rumah Penyebab Ruam pada Bayi

 


Foto: Pixabay

 

Banyak hal dapat menjadi faktor pencetus ruam pada kulit bayi dan anak-anak. Sering kali ruam yang terjadi bisa diatasi sehingga Anda tidak perlu terlalu khawatir. Nah, untuk mencegah ruam sebaiknya Anda memahami penyebabnya pada si kecil. Berikut adalah 10 jenis penyebab ruam pada bayi yang dilansir dari Webmd.com.

 

Tabir surya 
Tabir surya memberikan perlindungan dari sinar matahari, tetapi beberapa kandungan formulasi di dalamnya dapat menyebabkan masalah jika si kecil memiliki kulit sensitif. Carilah tabir surya tanpa asam P atau Para-aminobenzoic (PABA) karena bahan ini dapat menyebabkan iritasi. Oleskan tabir surya dengan kandungan SPF 30 atau lebih tinggi pada tubuh anak berusia di atas 6 bulan untuk menghalangi sinar UVA dan UVB. Menggunakan tabir surya dengan seng oksida (zinc oxide) juga merupakan ide bagus. Untuk bayi di bawah 6 bulan, mintalah saran dokter sebelum mengaplikasikannya.

 

Sabun antibakteri
Berdasarkan teori sabun antibakteri memiliki manfaat yang baik, tetapi kenyataannya juga dapat menimbulkan risiko tertentu. Kandungan bahan yang umum ditemukan dalam sabun yaitu triclosan untuk antijamur dan antibakteri yang mungkin dapat mengiritasi anak-anak berkulit sensitif. FDA juga sedang melakukan peninjauan pada bahan kimia yang menunjukkan bahan tertentu dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. FYI, sabun dan air biasa sudah dapat menghilangkan kuman, kok.

 

Pelembap
Bunda tentunya ingin menjaga kulit si kecil tetap lembut, salah satunya dengan cara mengoleskan pelembap. Sayangnya, pelembap yang mengandung wewangian dapat mengiritasi kulit yang lembut, terutama pada anak-anak yang mengalami eksim. Untuk kulit kering, sebaiknya gunakan sabun lembut, tepuk kulit kering setelah mandi  (jangan gosok!), dan minta saran dokter anak Anda untuk merawat kulit si kecil.

 

Tisu basah bayi
Tisu basah bayi (baby wipes) sekali pakai sangat membantu untuk menjaga kebersihan pada tubuh si kecil. Namun, kandungan alkohol dan sejumlah wewangian yang terkandung pada tisu tersebut dapat menyebabkan iritasi kulit. Beberapa tisu juga mengandung bahan pengawet yang dapat memicu dermatitis kontak alergi--mulai dari ruam atau gatal-gatal akibat kontak dengan zat penyebab alergi. Ingin lebih aman? Gunakan waslap basah saja. Oleh karena itu, saat bepergian simpan handuk basah di kotak kecil yang bisa ditutup rapat.

 

Detergen
Zat kimia dari beberapa merek sabung pencuci pakaian atau detergen dapat memicu iritasi kulit, yang memunculkan dermatitis atau ruam. Hal ini lebih sering terjadi pada anak-anak penderita eksim. Untuk mencegahnya, gunakan detergen ringan tanpa pewangi dan pewarna tambahan. Selain itu, pastikan untuk membilas semua pakaian, tempat tidur, dan handuk si kecil menggunakan air bersih, setidaknya dua kali untuk menghilangkan residu detergen

 

Sampo dan kondisioner
Periksa label kemasan sampo sebelum menuangkannya ke rambut si kecil. Beberapa wewangian dan bahan kimia pada sampo dan kondisioner dapat mengganggu kulit kepala yang sensitif. Penelitian juga telah mengidentifikasi beberapa bahan seperti phthalate, formaldehyde, dan 1,4-dioxane kemungkinan menyebabkan masalah kesehatan. Agar si kecil aman, carilah produk alami di mana wewangian, bahan kimia, dan bahan-bahan lainnya hanya ditambahkan sedikit.

 

Pelembut kain
Jika anak Anda memiliki kulit sensitif, hindari cairan pelembut kain. Produk-produk ini mungkin menggunakan bahan kimia dan wewangian seperti limonene dan benzyl acetate yang dapat mengiritasi kulit, mata, hidung, dan tenggorokan. Daripada menggunakan pelembut kain buatan pabrik, coba berkerasi dengan menambahkan 1/2 cangkir soda kue atau 1/2 cangkir cuka saat memasuki tahap bilas menggunakan mesin cuci yang dapat menjaga pakaian tetap lembut.

 

Pembersih perabot rumah tangga
Biasakan membaca label komposisi bahan produk pembersih rumah tangga yang Anda pakai. Pasalnya, kandungna alkylphenol ethoxylates (APEs) yang ditemukan di beberapa detergen dan disinfektan, dapat menyebabkan masalah hormon. Amonia dapat mengiritasi paru-paru, membakar kulit, dan beracun jika tertelan. Carilah produk dengan tambahan bahan kimia yang lebih sedikit atau Anda bisa menggunakan kombinasi air dan baking soda/cuka untuk membersihkan rumah.

 

Pengawet dalam sabun
Beberapa sabun bahkan produk yang diberi label untuk bayi mungkin mengandung formaldehyde, pengawet yang dapat menyebabkan iritasi kulit, mata, dan paru-paru. Sabun juga dapat memicu eksim, kulit meradang, dan kulit teriritasi. Eksim paling sering terjadi pada bayi dan anak kecil, terutama jika mereka sudah memiliki alergi atau asma. Carilah produk tanpa wewangian dan bebas bahan kimia.

 

Pestisida di dalam rumah
Berhubung bayi dan balita menghabiskan begitu banyak waktu di lantai, polutan apa pun yang menumpuk di lantai rumah dan karpet dapat ikut masuk ke mulut mereka. Pestisida dan racun lain dapat menumpuk bersama debu rumah. Anak-anak yang menyentuh kemudian menelannya ketika tanpa sengaja meletakkan tangan ke dalam mulutnya. Pastikan untuk membersihkan semua permukaan rumah terutama lantai menggunakan produk pembersih yang aman.


PRIMA SOERATNO

 

Baca juga:
Melindungi Setiap Jenis Kulit Bayi

Beda Ruam DB dan Campak

 

 

 


 

 

Artikel Rekomendasi

post4

Dermatitis Atopik Bisa Dicegah

Dermatitis Atopik atau eksim bisa menyerang bayi yang baru lahir hingga balita. Meskipun tak ada obatnya, Anda bisa melakukan beberapa hal penting untuk mencegahnya!... read more