10 Hal Wajib Bunda Tahu di Kehamilan Pertama

 

Foto ilustrasi (Freepik)


Jika Bunda menemukan artikel ini, kemungkinan Bunda sedang hamil, atau tengah merencanakan kehamilan untuk pertama kalinya. Sama seperti banyak hal lain, pengalaman pertama sering  bikin deg-degan, kadang was-was, penasaran, tetapi juga excited. Berikut ini beberapa hal perlu bunda tahu:


1. Tanda kehamilan
Salah satu yang penting untuk dipahami Bunda adalah tanda kehamilan. Umumnya kehamilan diawali dengan beberapa gejala seperti terlambat menstruasi, mual, sakit punggung atau pinggang, perubahan suasana hati, payudara membengkak, dan mengidam makanan tertentu. Namun untuk membuktikannya, Anda dapat melakukan tes urin dengan menggunakan testpack

2. Periksa kehamilan adalah wajib
Banyak pasangan yang mengunjungi dokter sebelum positif hamil untuk memastikan kondisi fisik Bunda sehat, sehingga kehamilan pertama akan berlangsung aman dan tanpa komplikasi. Begitu dinyatakan hamil, kunjungan kepada dokter perlu dilakukan secara rutin. Dokter akan menjadwalkan pemeriksaan berikutnya.

 
Foto ilustrasi (Freepik)


3. Memahami riwayat kesehatan keluarga
Setelah Bunda hamil, ada baiknya untuk mengorek riwayat  kehamilan ibu, nenek, atau bibi. Hal ini akan membantu Bunda mengenali kelainan genetik atau kelainan kelahiran dalam garis keluarga (jika ada). Informasi tersebut dapat membantu Bunda mempersiapkan diri apabila terdapat potensi masalah dan mengambil tindakan pencegahan jika diperlukan.

4. Vaksinasi itu penting
Ketika Bunda periksa kandungan, dokter  akan menginformasikan tentang  vaksinasi yang harus Bunda dapatkan, baik itu vaksin tetanus atau flu biasa. Vaksin diperlukan ibu untuk merangsang kekebalan tubuh, sehingga ketika virus 'betulan' menyerang, bunda tidak mengalami sakit yang terlalu berat. 

5. Mengetahui usia kehamilan
Kehamilan dibagi menjadi tiga tahap, masing-masing terdiri dari tiga bulan, yang disebut trimester. Pada setiap trimester, tubuh Bunda mengalami perubahan fisiologis yang mencakup perubahan hormonal, tekanan darah, pernapasan, dan metabolisme.

Bunda harus memantau perubahan tersebut sejak awal kehamilan untuk memahami tumbuh kembang janin dan kemajuan dalam kehamilan. Anda juga perlu mengetahui tanggal jatuh tempo persalinan, yang sebagian besar ditentukan dari hari pertama menstruasi terakhir. Persalinan normal dapat terjadi antara 37 dan 40 minggu.

6. Perdarahan dapat terjadi selama kehamilan
Perdarahan dapat terjadi meski Bunda sudah positif hamil. Ada yang berupa bercak, ada pula yang terlihat jelas seperti darah menstruasi. Hal ini seringkali menimbulkan kepanikan.

Sebenarnya terdapat perbedaan antara darah menstruasi dengan darah atau bercak kehamilan. Cara mudah untuk membedakannya adalah dari warna. Perdarahan saat hamil biasanya berwarna cokelat atau merah muda, sedangkan darah menstruasi berwarna merah pekat atau terang. Sebaiknya Bunda berkonsultasi dengan dokter jika mengalami hal ini. 

7. Berapa kenaikan berat badan yang normal
Kenaikan berat badan selama hamil dianggap hal yang biasa. Namun sebenarnya tidak boleh berlebihan sampai obesitas. Ibu hamil yang obesitas berisiko mengalami gangguan kesehatan yang dapat membahayakan janin. 

Kenaikan berat badan normal tergantung pada BMI (indeks massa tubuh) Anda sebelum kehamilan. Jika Bunda kelebihan berat badan saat hamil, Anda disarankan untuk mengonsumsi lebih sedikit kalori daripada ibu dengan berat badan normal. Namun pola makan juga harus tetap mengacu pada prinsip janin harus mendapatkan nutrisi yang diperlukan untuk tumbuh dan berkembang dengan sehat.

 
Foto ilustrasi (Freepik)


8. Yang boleh dan yang tidak boleh dimakan
Ibu hamil harus memiliki pola makan yang sehat yang mampu mencukupi kebutuhan nutrisi ibu dan janin. Ketahui makanan-makanan yang baik untuk mendukung tumbuh kembang bayi, misalnya makanan kaya asam folat. Perilaku makan ibu hamil sangat menentukan apakah janin akan tumbuh normal ataukah stunting.

Hindari minuman beralkohol dan terlalu banyak kafein karena dapat meningkatkan risiko melahirkan prematur, bayi dengan cacat bawaan, dan berat lahir kurang. 

9. Olahraga itu harus
Rutinitas olahraga harian dapat membantu kelancaran fungsi tubuh ibu hamil. Melahirkan adalah proses melelahkan yang membutuhkan banyak energi. Hanya tubuh yang sehat yang dapat menahan berbagai tahap persalinan. Olahraga juga dapat membantu meringankan ketidaknyamanan yang biasa dialami  selama kehamilan.

10. Takut melahirkan bisa mengakibatkan persalinan tertunda
Perasaan takut melahirkan akan menghabiskan waktu sekitar satu setengah jam lebih lama dalam proses persalinan.   Ketakutan dan kecemasan akan meningkatkan konsentrasi hormon yang dikenal sebagai katekolamin dalam darah, yang akan melemahkan kemampuan rahim untuk berkontraksi. Untuk mengatasi kecemasan ini, Bunda dianjurkan untuk mengikuti kelas pernapasan prenatal, atau terapi musik.


ALI



 

 



Artikel Rekomendasi