Agar Ibu Hamil Aman saat Olahraga di Rumah

 

Ilustrasi ibu hamil berolahraga. Foto: Freepik


Penting bagi ibu hamil untuk menjaga kesehatan dengan melakukan olahraga. Para ahli sepakat bahwa ibu hamil yang rajin berolahraga, lebih sedikit mengalami nyeri punggung, lebih berenergi, dan tubuh lebih cepat kembali ke bentuk semula usai bersalin. 

Olahraga untuk ibu hamil bukan berarti harus dengan intensitas yang berat, olahraga ringan seperti jalan kaki pun bisa memberi manfaat. Namun berhubung di masa ini sedang ada wabah Covid-19 dan semua orang diimbau agar tinggal di rumah saja, ibu hamil dapat mempertimbangkan untuk melakukan olahraga di rumah.

Anda dapat mengikuti beberapa video olahraga di rumah untuk ibu hamil dari berbagai kanal YouTube. Anda dapat dengan mudah menemukan konten yang sesuai dengan kondisi Anda, baik yang menggunakan alat maupun tanpa alat, dari dalam negeri maupun luar negeri, kemudian mengikuti gerakan-gerakannya. 

Namun, sebelum memulai olahraga, di sini ayahbunda akan memberikan tip agar ibu hamil aman selama menjalani latihan fisik. Di antaranya:

- Selalu awali olahraga dengan pemanasan selama 5 menit dan peregangan (stretching) selama 5 menit
- Kenakan pakaian longgar, nyaman, dan bra pendukung yang bagus.
- Pilih sepatu khusus olahraga untuk mencegah cedera.
- Berolahraga di permukaan yang rata dan tidak licin untuk menghindari cedera.
- Makanlah dalam porsi kecil dan sering sepanjang hari, dan jangan berolahraga setidaknya 1 jam setelah makan.
- Minumlah banyak air sebelum, selama, dan setelah berolahraga, agar tetap terhidrasi.
- Bangunlah perlahan dan bertahap untuk mencegah pusing.
- Hindari angkat besi dan aktivitas dengan intensitas berat, kecuali ditemani seorang profesional di bidang kebugaran. 
- Hindari aktivitas yang meningkatkan risiko trauma perut.
- Jangan pernah berolahraga sampai kelelahan.

Berhentilah berolahraga jika Anda:
- merasa lelah atau nyeri.
- mengalami pendarahan vagina.
- timbul kontraksi lebih dari 30 menit setelah latihan, karena ini mungkin merupakan tanda persalinan prematur.

Olahraga mungkin tidak disarankan pada ibu hamil yang mengalami:
- perdarahan atau bercak vagina
- plasenta rendah atau plasenta previa
- riwayat atau kemungkinan keguguran atau kelahiran prematur
- serviks lemah

Anda juga sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai program olahraga. 

Referensi: Medical News Today

Alika Rukhan

 


Topic

#corona #viruscorona #coronavirus #covid19



Artikel Rekomendasi