Alasan Ibu Hamil Perlu Minum Susu

 

Fotosearch
Makan dengan tepat selama hamil sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang janin. Semakin besar usia kehamilan, semakin besar pula kebutuhan gizi bagi ibu dan janin.
Susu sebagai sumber kalsium dan protein harus ditambahkan dalam menu harian bumil.
 
Kekurangan kalsium selama hamil akan membuat tulang ibu rapuh dan keropos di kemudian hari, karena kebutuhan kalsium untuk membangun tulang dan gigi anak diambil dari cadangan ibu. Tapi, apakah ibu hamil harus minum susu khusus ibu hamil? 

Susu khusus untuk ibu hamil sudah difortifikasi dengan  asam folat,  AHA dan DHA, diperkaya kalsium, zat besi, Vitamin C, B16, B1, dan yodium. Serta dikurangi kadar lemak (low fat atau non-fat) dan kolesterolnya.
Namun tidak semua ibu bisa mengonsumsi susu ini karena berbagai alasan kesehatan seperti alergi, dan masalah pada pencernaan. Agar bumil tetap dapat menambah kebutuhan vitamin dan mineral, banyak pengganti susu kehamilan yang dapat Bunda konsumsi:

Susu UHT atau  susu sapi yang sudah mengalami penunuran kadar lemak. Susu UHT mengalami fortifikasi dengan penambahan vitamin A dan vitamin D. 

Yoghurt, yaitu fermentasi susu yang mengandung probiotik. Selain probiotik, secangkir yoghurt 235 gram mengandung 150 kalori, lemak, protein, karbohidrat, gula, dan sodium. Yoghurt baik untuk kesehatan organ pencernaan, juga memenuhi kebutuhan kalium, fosfor dan magnesium. Serta mengandung Vitamin B2, B12, dan D.
 
Soy milk atau ‘susu’ kedelai. Untuk ibu hamil, susu kedelai membantu membentuk jaringan dan organ tubuh janin. Untuk ibu, susu kedelai memberi asupan vitamin A dan untuk dan dapat mencegah anemia. Untuk janin, ia mendapat asupan B12 yang penting untuk menjaga kesehatan sarafnya. Jumlah konsumsi susu kedelai untuk ibu hamil yang direkomendasikan adalah maksimal 2 gelas per hari. Lebih dari itu, berbagai masalah dapat timbul baik pada ibu maupun janin.
 
Susu kambing. Meski kurang populer, susu kambing bisa menjadi pilihan. Disebut-sebut, susu kambing lebih baik daripada susu sapi. Mengandung protein lebih tinggi daripada susu sapi, susu kambing lebih lembut dan lebih mudah dicerna. Secangkir susu kambing menyediakan 134 mg kalsium. Kandungan vitamin B2 pada susu kambing penting untuk merangsang antibodi.
 
Susu Almond. Mengandung asam folat yang dibutuhkan oleh janin untuk membentuk tabung saraf janin. Mengandung protein, lemak, vitamin A, B12, D dan E, kalsium serta asam lemak omega-3. Untuk bunda yang memiliki masalah dengan tiroid sebaiknya tidak mengonsumsi susu almond.





 

 



Artikel Rekomendasi

post4

Plasenta Lepas

Plasenta yang lepas sudah termasuk kondisi yang membahayakan baik bagi ibu hamil maupun janin. Buruan ke dokter agar segera ditangani secepatnya... read more