Apa Saja Risiko Kehamilan di Usia 40 Tahun?

 

 
shutterstock


Kehamilan di usia 40-an lebih rumit dibandingkan kehamilan di usia lebih muda. Kondisi fisik yang sehat sejak awal sebelum kehamilan, bukan jaminan Bunda tidak akan mengalami komplikasi kehamilan. Berikut dua hal yang kemungkinan besar dialami oleh perempuan yang hamil di atas usia 40 tahun.
 
Komplikasi kehamilan
Tidak ada jaminan kehamilan—pada usia berapa pun—akan berjalan lancar. Namun, ibu hamil yang berusia di atas 40 tahun memang lebih berisiko. Komplikasi yang dapat muncul di antaranya persalinan prematur, kelahiran prematur, preeklamsia, diabetes gestasional, berat bayi lahir rendah, maupun kelahiran sesar.
 
Cara paling tepat untuk mencegahnya adalah berkonsultasi dengan dokter atau bidan tentang riwayat medis Anda, melakukan pemeriksaan fisik, serta perawatan prenatal yang konsisten. Hal ini akan mengurangi beberapa risiko kehamilan sekaligus membantu mengenali komplikasi lebih awal.
 
Pemeriksaan awal juga sangat bermanfaat jika memang terjadi komplikasi pada saat kehamilan. Dengan mengetahui permasalahan lebih awal maka Anda punya waktu untuk melakukan perawatan medis tambahan yang dapat mencegah atau menunda komplikasi. Contohnya, nih, semakin dini persalinan prematur terdiagnosa, semakin mudah untuk mencegahnya. Anda pun berkesempatan mempertimbangkan perawatan untuk mempercepat pematangan paru-paru bayi, seandainya ia dilahirkan lebih awal atau belum cukup bulan.
 
Masalah genetik
Tes genetik semakin umum dilakukan untuk ibu hamil dari segala usia. Namun, di usia 40-an, penyaringan dan pengujian genetik adalah sesuatu semakin penting. Menurut National Down Syndrome Society, seorang wanita di usia 40 tahun memiliki peluang satu dari 100 untuk melahirkan bayi dengan down syndrome, atau peluangnya sebesar 1%. Angka itu melonjak menjadi satu dari 10 atau 10% pada perempuan hamil berusia 49 tahun.
 
Skrining genetik umunya ditawarkan saat  Anda periksa kehamilan. Hasil tes yang keluar akan memberi tahu Anda tentang kemungkinan bayi dilahirkan dengan masalah genetik sesuai dengan risiko usia ibu hamil. Skrining yang dilakukan melalui tes darah akan menunjukkan risiko kemungkinan memiliki anak down syndrome dengan rasio satu dari 200 kehamilan. Skrining ini bisa dianggap sebagai skrining negatif karena risiko Anda sebenarnya lebih baik daripada risiko statistik Anda (satu dari 100 untuk perempuan hamil di atas usia 40 tahun).
 
Jika hasil tes menyatakan bahwa kehamilan Anda memiliki peluang satu dari 80 untuk menghasilkan bayi dengan down syndrome makan hasilnya dianggap sebagai positif. Artinya, risiko Anda melahirkan bayi down syndrome lebih tinggi dibanding risiko statistik. Skrining genetik tidak menyatakan secara pasti bahwa bayi Anda memiliki masalah genetik, tetapi sekadar menghitung risiko pada kelompok usia Anda. Pengujian genetik memberikan gambaran akurat mengenai genetika bayi Anda dan diagnosanya.


PRIMA SOERATNO


Baca juga:
4 Hal yang Perlu Dipertimbangkan Saat Bercinta Usai Persalinan Sesar
4 Fakta Air Ketuban yang Perlu Diketahui Ibu Hamil

 

 



Artikel Rekomendasi