Beban Ibu Hamil Lebih Besar Dibanding Atlet Berat Sekalipun

 

Foto: Freepik


Sudah menjadi kodrat perempuan untuk hamil dan melahirkan anak. Umumnya perempuan yang sudah menikah, menginginkan hadirnya buah hati yang dimulai dengan adanya pembuahan sehingga terjadi kehamilan. Tak sedikit di antara mereka yang menunggu saat kehamilan itu tiba. 

Meski begitu, kehamilan itu sendiri merupakan perjalanan yang tidak singkat dan tidak selalu mudah. Ada banyak hal yang dialami ibu hamil selama mengandung bayi dalam rahimnya. Sebagian ada yang mual-mual di trimester pertama, harus menjaga makanan, menjalani banyak pantangan, perubahan hormonal yang berdampak pada kondisi psikis ibu, hingga sakit dan nyeri badan seiring pertumbuhan janin yang menekan organ-organ dalam tubuh ibu.

Dokter spesialis kebidanan dan kandungan dr. Aditya Kusuma, Sp.OG, M.Sc., saat berbincang di acara Instagram Live bersama Ayahbunda, Kamis, 25 Juni 2020, menyetujui bahwa perjalanan ibu hamil memang tidaklah mudah. Dari sudut pandang sains, dr. Adit yang bertugas di RS Harapan Kita ini menjelaskan bahwa beban seorang ibu hamil bisa lebih berat dibanding atlet atau olahragawan berat sekalipun. 

Dikatakan dr. Adit, ada penelitian yang membandingkan perubahan otot jantung pada ibu hamil dan atlet. Penelitian mengamati perubahan pada keduanya mulai dari awal. Pada ibu hamil dilihat dari sejak awal kehamilan hingga sembilan bulan, sedangkan pada atlet dilihat dari awal ia mulai berlatih.

"Jadi ada satu studi, bahwa olahragawan berat seperti pesepak bola, maraton. Studinya begini, mereka atlet itu pastinya mempersiapkan diri sebelum berlomba. Dan itu perubahan otot jantung atlet dibandingkan dengan perubahan otot jantung ibu hamil dari sebelum hamil hingga usia kehamilan sembilan bulan," kata dr. Adit. 

"Ternyata, perubahan massa otot jantung (antara keduanya) itu masih lebih besar perubahannya pada ibu hamil sembilan bulan. Ini artinya, beban seorang ibu hamil itu lebih besar atau lebih berat dibanding bebannya seorang olahragawan yang paling berat sekali pun," dr. Adit menambahkan.

Menurut dr. Adit, perubahan otot jantung yang dialami ibu hamil tersebut, dikarenakan ia 'bekerja' untuk memenuhi kebutuhan janin secara terus-menerus, dalam 24 jam 7 hari. Jadi artinya, jika seorang atlet saja untuk tampil prima harus mengatur latihan dan nutrisi sedemikian rupa, maka rasanya tidak bijak apabila ibu hamil pun tidak melakukan persiapan yang optimal. 

Kehamilan adalah investasi. Jika orang tua menginginkan anak tumbuh dan berkembang dengan baik, maka orang tua pun harus mempersiapkannya dengan baik pula. Ini dimulai sejak sebelum hamil. Karena tubuh ibu akan menjadi rumah bagi janin untuk memulai kehidupannya. Di sanalah pondasi fisik dan mental anak dibangun. Bagaimana kondisi kesehatan anak kelak, baik secara fisik maupun mental, adalah cerminan dari kondisi kesehatan orang tuanya, terutama ibu. 

ALI


 

 



Artikel Rekomendasi