Berendam di bathtub Saat hamil

 

Apakah Anda merasa cepat lelah, tulang-tulang dan otot-otot sakit, serta kaki bengkak selama hamil? Segera atasi, salah satunya dengan berendam dalam bathtub.

Energi baru.
Aktivitas ini bisa Anda lakukan mulai trimester pertama sampai terakhir. Bila Anda ibu bekerja, berendam sepulang kantor akan jadi siraman energi baru yang membuat Anda semangat kembali. Karena, air hangat akan melancarkan aliran darah ke deluruh tubuh, melemaskan otot-otot yang pegal, dan menghilangkan lelah terutama bila tubuh makin ‘berat.’

Minyak esensial. Lebih nyaman lagi kalau air ditetesi minyak esensial yang menggiatkan kembali dan meregulasi kinerja organ-organ tubuh. Sebaiknya konsultasi dulu dengan ahli aromaterapi, karena tidak semua minyak esensial baik untuk ibu hamil. Jeruk, cendana, lemon, kayu putih, jahe, lada hitam adalah minyak esensial yang cocok untuk ibu hamil. Matikan lampu  dan pasang lilin aromaterapi dan putar musik kontemplatif agar Anda lebih tenang dan nyaman. So, kick your feet up, lay back and..relax.

30 menit saja. Mengingat kehamilan Anda, sebaiknya perhatikan hal-hal berikut.
  • Suhu air jangan lebih dari 35ºC, dan jangan berendam lebih dari 30 menit. Keduanya bisa memicu kontraksi dini.
  • Hati-hati saat masuk bathtub, terutama ketika perut makin besar. Titik berat tubuh biasanya bergeser ke depan, sehingga Anda mudah kehilangan keseimbangan dan tergelincir.
  • Letakkan alas karet dalam bathtub untuk memperkecil risiko tergelincir.
  • Bila sudah cukup berendam, jangan segan minta bantuan suami saat Anda keluar bathtub.
Jangan berendam bila:
  • Air ketuban merembes. Artinya, selaput yang membungkus janin sudah robek. Dikhawatirkan cairan dari luar (air mandi) masuk dan akan merangsang persalinan serta berisiko infeksi pada janin.
  • Plasenta menutupi jalan lahir (plasenta previa). Dikhawatirkan terjadi kontraksi yang berisiko menimbulkan pendarahan.

 



Artikel Rekomendasi

post4

Hamil: Waspada Berat Badan!

Jika BB Anda kurang dari 40 kg saat dinyatakan hamil, Anda kemungkinan menderita kekurangan energi kronis (KEK) atau kekurangan gizi yang lama. Bayi yang dikandung berisiko berberat lahir rendah (BBLR... read more