Inilah Risiko Obesitas Pada Ibu Hamil

 

Berat badan yang naik berlebihan saat hamil, meningkatkan risiko gangguan kesehatan bagi ibu hamil dan bayinya. Apa saja risikonya?

Bila sebelum hamil berat badan Anda normal, jaga berat badan hanya naik antara 12 - 16 kg selama hamil.  Sedangkan bila Anda mengawali kehamilan dengan berat badan berlebih, Anda perlu lebih berhati-hati, yakni upayakan agar kenaikan berat badan  sekitar 5-7 kilogram selama hamil. Ini semua agar Anda terhindar dari masalah obesitas atau kegemukan yang berlebih saat hamil

Ini risikonya. Masalah obesitas menjadi ancaman serius bagi kesehatan seseorang karena berisiko memicu penyakit generatif seperti penyakit jantung koroner, diabetes mellitus tipe 2 dan hipertensi. Lalu, apa bahayanya kalau ibu hamil mengalami obesitas?
 
1. Preeklampsia.  Penyakit ini ditandai dengan meningkatnya tekanan darah yang diikuti oleh peningkatan kadar protein di dalam urin. Wanita hamil dengan preeklampsia juga akan mengalami pembengkakan pada kaki dan tangan. Akibatnya, aliran darah ke janin terhambat, dan dapat berakibat fatal. Preeklampsia dapat berlanjut kepada eklampsia yang dapat menyebabkan ibu hamil koma,  bahkan kematian, baik sebelum, saat atau setelah melahirkan.

Bila seorang ibu hamil sudah terkena preeklampsia:
  • Kurangi konsumsi garam.
  • Periksa kehamilan secara teratur, sehingga terdeteksi dini bila terjadi gejala darah tinggi, dan selalu mengontrol tekanan darah dan kenaikan berat badan.
  • Mengonsumsi obat antihipertensi yang direkomendasikan  oleh dokter   agar ibu hamil yang bersangkutan berpeluang melanjutkan kehamilannya hingga 9 bulan.
Diabetes gestasional. Diabetes atau penyakit tingginya kadar gula dalam darah yang terjadi selama proses kehamilan ini  terjadi pada sekitar 4% dari jumlah total ibu hamil di seluruh dunia

Bila Anda sudah mengalami diabetes gestasional, Anda perlu:
  • Kurangi konsumsi gula yang banyak terdapat pada minuman dan camilan manis.
  • Atur pola makan sesuai kebutuhan kalori ibu hamil. Sebaiknya konsultasi dengan ahli gizi, karena jika kalori kurang, berisiko terjadi hipoglikemia (kadar gula darah turun drastis ditandai lemas, keringat dingin dan pingsan). 
  • Kontrol darah berkala, baik saat kontrol rutin maupun periksa sendiri. dengan menggunakan alat pengukur kadar gula darah yang praktis.
Operasi Caesar. Ibu hamil obes akan sulit bersalin secara alami, karena timbunan lemaknya akan mempersulit proses kelahiran bayi lewat jalan lahir.

Baca juga:



 



Artikel Rekomendasi

post4

Hamil: Waspada Berat Badan!

Jika BB Anda kurang dari 40 kg saat dinyatakan hamil, Anda kemungkinan menderita kekurangan energi kronis (KEK) atau kekurangan gizi yang lama. Bayi yang dikandung berisiko berberat lahir rendah (BBLR... read more