4 Fakta Air Ketuban yang Perlu Diperhatikan Ibu Hamil

 


Foto: Pixabay

 

Air ketuban bisa pecah kapan saja. Saat Anda sedang asyik mengunyah makanan dan juga makan es krim, tiba-tiba air ketuban pecah jauh sebelum dimulainya kontraksi. Seperti dilansir oleh www.webmd.com, hal ini mungkin saja terjadi, sekitar 10% dari ibu hamil yang bekerja seharian penuh bisa mengalaminya. Pecahnya air ketuban ini biasanya lebih seperti tetesan air yang mengalir dan terasa hangat/panas. Berikut fakta air ketuban yang harus diketahui ibu hamil agar mengenal tanda kapan ketuban pecah.

 

Bagaimana terjadinya pecah ketuban?
Saat Anda hamil, kantung cairan ketuban menggendong bayi Anda dan memberi keamanan baginya. Kantung ketuban ini memberi ruang bagi bayi untuk tumbuh, menjaga suhu tetap stabil, serta menyangga tali pusat agar tidak terhimpit.

Ketika tubuh perempuan siap melahirkan bayi, air ketuban pecah dan mengalir melalui vagina. Ini bisa terjadi sebelum atau selama persalinan Anda. Saat itulah Anda mulai merasakan kontraksi dan serviks menipis dan melebar sehingga bayi Anda bisa melewatinya. Jika ketuban pecah sebelum dimulainya kontraksi disebut sebagai ketuban pecah dini (premature rupture of membranes atau PROM).

Rasanya sangat berbeda bagi para perempuan. Ada yang hanya mengalami tetesan lambat yang membuat celana dalamnya basah, sementara perempuan lain merasakan aliran cepat seakan mereka pipis di celana mereka. Terkadang Anda mungkin juga mendengar bunyi letupan kecil.

 

Apa yang harus dilakukan?
Terkadang sulit untuk mengatakan apakah membran Anda telah pecah, terutama jika tidak terasa lembap. Namun, Anda dapat mencoba ‘tes’ mengendus cepat. Cairan ketuban biasanya bening atau pucat dan tidak berbau seperti kencing. Fyi, air seni lebih berbau amonia. Jika Anda merasa ada kemungkinan air ketuban sudah pecah, kenakan pembalut (bukan tampon) dan segera hubungi dokter atau bidan.

Dokter atau bidan biasanya menganjurkan Anda untuk datang ke tempat praktik mereka atau langsung menuju rumah sakit untuk memulai prosedur persalinan. Jika Anda tidak yakin apakah kantong ketuban Anda telah pecah atau belum, mereka dapat melakukan tes sederhana pada sampel cairan Anda.

Jika ketuban pecah terjadinya 3 minggu sebelum tanggal perkiraan lahir, dokter atau bidan Anda mungkin harus menunggu beberapa jam untuk melihat apakah Anda akan memulai proses melahirkan. Jika tidak, kemungkinan mereka akan melakukan induksi persalinan. Sebagian besar perempuan melahirkan dalam waktu 12 jam setelah air ketuban pecah.

Studi menunjukkan bahwa bayi yang lahir dari ibu yang diinduksi cenderung berisiko lebih rendah mengalami infeksi, menjalani perawatan yang lebih mudah, dan pulang dari rumah sakit lebih cepat. Bicaralah kepada dokter kandungan atau bidan mengenai pilihan terbaik bagi bayi dan kesehatan Anda.

 

Bagaimana bila air ketuban pecah lebih awal?
Sekitar 3% perempuan mengalami pecah ketuban sebelum minggu ke-37 usia kehamilan yang disebut Preterm Premature Rupture of Membrane (PPROM). Hal ini dapat terjadi jika Anda:
- Kurang berat badan
- Merokok
- Mengalami PPROM pada kehamilan sebelumnya
- Mengalami infeksi saluran kemih yang tidak diobati
- Pernah mengalami pendarahan vagina yang sering dalam kehamilan
- Punya masalah dengan serviks selama kehamilan

 

Dengan kondisi demikian, ketika air ketuban pecah biasanya dokter akan menyarankan:
-Melahirkan untuk mengurangi kemungkinan Anda atau bayi Anda mengalami infeksi serius jika usia kandungan setidaknya 34 minggu.


-Menunda kelahiran jika Anda hamil 23-34 minggu. Dengan menunda kelahiran maka bayi Anda memiliki lebih banyak waktu untuk tumbuh. Anda akan mendapatkan antibiotik untuk membantu mencegah infeksi dan steroid untuk membantu paru-paru bayi Anda matang lebih cepat. Pilihan lain Anda dapat tinggal di rumah sakit sampai tiba saat melahirkan.

-Tidak melanjutkan kehamilan bila air ketuban Anda pecah sebelum mencapai usia 23 minggu. Dokter akan memberitahu tentang bahaya maupun manfaat jika Anda ingin melanjutkan kehamilan. Perlu diketahui, bayi yang lahir setelah ketuban pecah lebih kecil kemungkinannya untuk bertahan hidup dan cenderung memiliki cacat mental atau fisik.

 

Apa yang harus dilakukan jika air ketuban tak kunjung pecah?
Jika Anda menjalani proses persalinan yang berjalan lambat, maka dokter dapat memecahkan air ketuban secara manual. Mereka akan memasukkan kait plastik steril ke dalam vagina Anda dan menarik kantung ketuban Anda sampai pecah. Namun, penelitian menunjukkan bahwa hal ini tidak mempercepat persalinan pada kebanyakan perempuan. Cara tersebut bisa dilakukan bila kepala bayi sudah berada di panggul Anda dan cukup rendah untuk menutupi serviks Anda. Kalau tidak, tubuh Anda biasanya akan melanjutkan proses persalinan secara alami sampai si kecil tiba di dunia.

 

 

PRIMA SOERATNO

 

Baca juga:
9 Langkah Mempercepat Pemulihan Pascapersalinan untuk Ibu Baru
5 Kekhawatiran Ibu Hamil di Trimester Akhir

 

 

 


 

 

Artikel Rekomendasi