5 Fakta Kontraksi yang Dialami Calon Ibu

 


Foto: Pixabay

 

Bagi calon ibu yang akan melahirkan untuk pertama kalinya mungkin bertanya-tanya, ‘Apa yang terjadi selama proses persalinan normal?’, ‘Bagaimana rasanya kontraksi?’. Berdasarkan artikel di Livingandloving.co.za, Anne Richley, kepala bidan di Inggris sekaligus penulis buku Labour and Birth, menjelaskan apa yang disebut dengan kontraksi melahirkan dan bagaimana perasaan ibu-ibu yang mengalaminya.
 

Bagaimana cara kerja kontraksi?
Seorang perempuan yang hendak melahirkan dikatakan mengalami kontraksi yaitu ketika otot-otot rahim menegang dan kembali relaks selama beberapa saat. Seakan ada gelombang yang melewati perut Anda dimulai dari bagian atas, bergerak ke bagian dalam, dan menuju ke bagian bawah.

Selama tahap pertama persalinan, rahim akan menjadi lebih tipis—yang disebut effacement—sehingga bentuknya tidak lagi seperti tabung, tetapi menyerupai lapisan tipis. Apabila perut disentuh maka bagian kepala bayi yang berada di dalam rahim akan terasa. Pada saat otot-otot ini berkontraksi, leher rahim mulai terbuka perlahan hingga akhirnya melebar sempurna untuk mempersiapkan jalan lahir bagi bayi.

Pada tahap kedua persalinan, kontraksi memiliki peran yang berbeda, yaitu mendorong bayi Anda ke jalan lahir. Setelah dia lahir, kontraksi lebih lanjut akan mendorong keluar plasenta yang akan menyelesaikan tahap persalinan ketiga dan terakhir.
 

Seperti apa rasanya kontraksi melahirkan?
Meskipun kontraksi memengaruhi seluruh rahim, beberapa perempuan hanya merasakannya pada area perut atau punggung mereka saja. Sebagian besar menganggap persalinan terasa menyakitkan, tetapi kontraksi cenderung dimulai secara bertahap, lalu akan semakin sering. Kontraksi akan semakin intensif ketika serviks melebar.

Beberapa calon ibu merasakan sakit di setiap proses kontraksi yang terjadi. Namun, sebagian yang lain merasa lebih mudah untuk melaluinya. Setiap kontraksi ada periode istirahat yang membantu Anda untuk relaks sebelum bersiap kembali menghadapi kontraksi berikutnya. Kontraksi bersifat sementara dan banyak perempuan memikirkan bayinya selama kontraksi untuk menguatkan diri. Pada saat kontraksi berakhir maka menggendong bayi yang telah dilahirkan akan menjadi hadiah luar biasa.

 

Kapan kontraksi dimulai?
Beberapa perempuan mengalami kontraksi teratur biasanya beberapa hari sebelum persalinan. Akan terasa tendangan dari bagian dalam perut yang menjadi bagian dari fase penipisan rahim. Sebagian besar persalinan dimulai saat usia kehamilan memasuki 37 minggu atau lebi. Tandanya: muncul rasa nyeri pada periode-periode tertentu yang lambat laun menjadi teratur datangnya, berlangsung lebih lama, dan semakin menguat.

Jika mengalami kontraksi sebelum minggu ke-37 kehamilan, sebaiknya langsung memeriksakan diri ke dokter kandungan agar bisa dilakukan pemeriksaan. Ada kemungkinan bayi Anda akan dilahirkan lebih cepat atau premature jika Anda sudah mengalami kontraksi yang teratur. Namun, dalam proses kelahiran ada pula yang disebut kontraksi palsu atau populer sebagai kontraksi Braxton Hicks.

 

Bagaimana cara saya mengejan?
Bagi sebagian besar perempuan, kontraksi pada tahap kedua persalinan terasa sangat berbeda dari tahap pertama. Pasalnya mereka melakukan pekerjaan yang berbeda. Saat serviks Anda membesar sepenuhnya, kontraksi tahap kedua memiliki efek 'ekspulsif' (pengeluaran bayi) yang menyebabkan sensasi yang tak terduga dan hebat karena bayi Anda terus turun dan berusaha mendorong ke luar. Di tahap ini banyak perempuan merasa lebih mudah menjalaninya karena tubuh mereka secara otomatis sudah mendorong bayi melalui kontraksi.

Jika menggunakan epidural maka Anda tidak akan dapat merasakan kontraksi. Bidan biasanya akan menginstruksikan kapan Anda harus mendorong. Dengan meletakkan tangannya di perut Anda, dia bisa merasakan kontraksi dan menyuruh Anda mengambil napas dalam-dalam sambil meletakkan dagu Anda ke dada untuk mendorong ke bawah. Seandainya melalui persalinan dengan bantuan (saat forceps atau ventouse digunakan), Anda masih harus mendorong untuk membuat si kecil terdorong ke bawah dan akhirnya ke luar.

 

Bagaimana jika kontraksi melambat?
Terkadang kontraksi dapat melambat atau berhenti selama persalinan—yang mungkin membuat Anda bersedih dan khawatir. Cobalah menegakkan tubuh dan berjalan-jalan di sekitar kamar untuk memunculkan kembali kontraksi. Stimulasi puting yang menghasilkan hormon oksitosin juga dapat membuat rahim Anda berkontraksi lagi. Jika cara ini tidak berhasil, maka bidan menggunakan bantuan hormon sintesis yang disebut syntocinon (diberikan melalui infus di tangan).

Ketika Anda sudah sangat lelah atau terpaksa menggunakan epidural, kontraksi akan cenderung melambat. Pada kelahiran alami, hal ini juga dapat menunjukkan tanda terjadinya transisi (periode saat serviks sepenuhnya melebar) yaitu ada periode istirahat sebelum proses mendorong dimulai.



PRIMA SOERATNO



Baca juga:
Masa Nifas
24 Jam Pertama Usai Melahirkan

 



 

 



Artikel Rekomendasi