4 Fakta PCOS, Penyebab Umum Perempuan Sulit Hamil

 



Foto: Pixabay

 
Polycystic ovary syndrome (PCOS) atau sindrom ovarium polikistik merupakan salah satu penyebab perempuan sulit hamil. Masalah berasal dari kista kecil yang terdapat di bagian luar ovarium sehingga mengganggu siklus menstruasi dan ovulasi. Ketidakseimbangan hormon ini sayangnya tidak bisa disembuhkan, tetapi gejalanya bisa diatasi dengan obat maupun perubahan gaya hidup. Berikut empat fakta PCOS yang mengganggu kesuburan perempuan.
 
Penyebab
Penyebab pasti PCOS tidak diketahui, tetapi penelitian saat ini menunjukkan bahwa kombinasi faktor genetik dan lingkungan menjadi penyebab infertilitas paling umum pada perempuan. Penderitanya memiliki kadar hormon pria (testoteron dan androstenedion) lebih tinggi sehingga terjadi gangguan keseimbangan kadar hormon pada wanita usia reproduktif.

Dilansir dari nichd.nih.gov, para peneliti menyebutkan bahwa 5% – 10% perempuan di AS memiliki PCOS. Pada beberapa kasus, kelenjar adrenal menghasilkan terlalu banyak androgen melebihi kondisi normal. Tingginya hormon androgen ini mengganggu perkembangan folikel ovarium dan pelepasan sel telur selama ovulasi, sementara kista pun dapat berkembang.
 
Gejala
Gejala paling umum adalah tidak teraturnya siklus menstruasi pada seorang perempuan penderita PCOS. Selain itu terlihat bulu lebat pada permukaan kaki dan tangan, wajah sering ditumbuhi jerawat, serta obesitas.
 
Biasanya kista tumbuh di kedua atau salah satu indung telur dan terjadi pula gangguan pada produksi insulin. Namun, melalui perawatan dan terapi tepat, siklus menstruasi bisa kembali normal dan peluang untuk hamil tetap ada, terutama pada perempuan berusia di bawah 35 tahun.
 
Penanganan
Setiap gejala PCOS membutuhkan obat yang berbeda-beda, seperti dilansir dari NHS.uk:

1. Siklus menstruasi tidak teratur/tidak muncul sama sekali: Mengonsumsi pil kontrasepsi untuk menginduksi menstruasi agar kembali rutin. Ada juga yang menyarankan penggunaan tablet progestogen intermiten yang diberikan 3-4 bulan sekali untuk memancing menstruasi.
 
2. Masalah kesuburan: Sebagian besar berhasil diatasi dengan konsumsi obat, seperti clomifene yang mendorong pelepasan telur dari ovarium, di awal setiap siklus menstruasi selama beberapa periode. Jika belum berhasil hamil, maka disarankan penggunaan metformin yang sering digunakan untuk mengobati diabetes tipe 2 sekaligus menurunkan kadar insulin dan gula darah pada perempuan dengan PCOS. Efek samping dari metformin termasuk mual, muntah, sakit perut, diare, dan kehilangan nafsu makan. Alternatif selanjutnya adalah perawatan IVF yang dapat meningkatkan risiko kehamilan ganda.
 
3. Bulu lebat: Obat-obatan tidak otomatis menghilangkan bulu yang telanjur tumbuh lebat pada perempuan penderita PCOS. Namun, Anda bisa menghilangkannya lewat perawatan waxing, shaving, bahkan laser removal..
 
4. Obesitas: Mengubah gaya hidup sehingga mendapatkan berat badan ideal lewat diet dan olahraga teratur.
 
Ancaman kehamilan
Penderita PCOS rentan terhadap komplikasi kehamilan, misalnya darah tinggi (hipertensi), pre-eclampsia, diabetes gestasional, dan keguguran. Risiko ini semakin tinggi bila Anda mengalami obesitas. Sebaiknya turunkan dulu berat badan untuk menurunkan risiko tadi sebelum mencoba memiliki anak.
 

ALICE LARASATI
 
Baca juga:
Masalah Hormon Penyebab Tidak Subur
Peluang Hamil Bagi PCOS
Terapi Nutrisi untuk Penderita PCOS

 



Artikel Rekomendasi