Masalah Hormon Penyebab Tidak Subur

 

Fotosearch

Berikut ini hormon-hormon yang menemani Anda selama masa prakonsepsi hingga nanti melahirkan. Sayangnya, jika Anda dalam kondisi yang tidak sehat, tidak semua hormon ini akan bekerja dengan baik di tubuh Anda.

Masa  prakonsepsi
Hormon yang berperan penting dan menentukan kesuburan seorang wanita adalah Follicle Stimulating Hormone (FSH) dan Luteinizing Hormon (LH). Keduanya diproduksi oleh kelenjar hipofisis dan bekerja di ovarium (indung telur). Hormon FSH merangsang pertumbuhan folikel di ovarium hingga  folikel ovarium menghasilkan hormon estrogen. Sementara hormon LH merangsang terjadinya ovulasi - pematangan dan pelepasan sel telur dari hingga siap dibuahi oleh sperma. Hormon LH juga merangsang ovarium untuk membentuk hormon progesteron. Masalah ketidaksuburan terjadi jika:

Kekurangan hormon LH dan FSH atau adanya kelainan pada kelenjar hipotalamus-pituitari menyebabkan gangguan pembentukan ovulasi atau sel telur tidak ovulasi. Gejalanya,  haid jarang bahkan sampai tidak haid dan sulit mendapat keturunan. Terapi yang dilakukan adalah  manipulasi hormon, yaitu memasukkan hormon GnRH (Gonadotropin-Releasing Hormone) yang berfungsi mengeluarkan FSH dan LH.

Kekurangan hormon tiroid menyebabkan  sel telur tidak matang sehingga tidak bisa dibuahi. Gejalanya siklus haid tidak teratur. Untuk terapinya dokter akan melakukan pemeriksaan kadar hormon tiroid melalui tes darah dan menstabilkan produksi hormon dengan diberikan memberikan suplemen hormon tiroid, melalui obat oral atau suntikan.

Polycystic Ovary Syndrome (PCOS)
Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) adalah gangguan keseimbangan hormonal. Gejalanya siklus haid yang tidak teratur.   PCOS juga menyebabkan sel telur sulit matang, terjebak di folikel  sehingga tidak ovulasi.  Salah satu pemicu PCOS adalah tingginya kadar insulin dalam darah, sehingga merangsang produksi hormon androgen berlebih yang mengakibatkan maskulinisasi, yaitu tumbuh rambut di atas bibir, tangan, kaki, perut, dada dan punggung. Terapi yang biasa dilakukan adalah diet dan olahraga. Untuk memperbesar telur, dokter biasanya memberikan obat penyubur agar  dapat berkembang menjadi besar dan matang.

KONSULTASI : Dr. CAROLONE HUTOMO, SpOG, dari Rumah Sakit Ibu dan Anak, Bunda, Jakarta
(RINA SUSANTI/ERN)
 

 



Artikel Rekomendasi

post4

Calon Ayah Harus Periksa Apa?

Idealnya, setiap calon ayah memeriksakan diri sebelum berencana punya anak. Tentu saja pemeriksaan fisik dan laboratorium penting agar kehamilan sehat tercapai.... read more

post4

5 Tips di Masa Prakonsepsi

Jika Anda sedang berusaha memiliki bayi, apa saja yang harus dilakukan agar kondisi Anda tetap prima saat hamil nantinya? Simak 5 tips berkut:... read more