7 Vaksinasi Sebelum Menjalani Kehamilan

 


Di Indonesia, kesadaran perempuan dewasa untuk melakukan vaksinasi sebelum menjalani kehamilan masih terbilang kurang. Padahal, hal ini cukup penting mengingat daya tahan tubuh perempuan saat hamil menurun dibanding sebelum hamil. Dengan melakukan vaksinasi, Bunda bukan hanya melindungi kesehatan tubuh sendiri namun janin yang ada di rahim.

Ada 7 macam vaksinasi yang Bunda perlu lakukan sebelum hamil:

MMR
Merupakan singkatan dari Measles, Mumps, dan Rubella. Atau lebih dikenal dengan campak, gondongan, dan campak Jerman. Pada perempuan yang belum hamil, campak, atau gondongan hanya menyerang tubuhnya.

Namun, pada calon ibu jika terkena salah satu dari 3 penyakit tersebut berpotensi mengalami bayi cacat lahir serta berbagai komplikasi pada janin. Sebanyak 85% bayi terlahir dalam kondisi tidak bisa mendengar dan mengalami retardasi mental dari Ibu yang pernah mengalami rubella saat hamil.

Vaksin MMR dapat dilakukan satu atau dua bulan sebelum menjalani kehamilan. Efek samping yang ditimbulkan setelah melakukan vaksin ini yaitu demam dan sakit kepala.

CACAR AIR
Penyakit ini bukan hanya menyerang anak-anak, orang dewasa pun bisa terkena. Ibu hamil yang terkena cacar air dapat mengakibatkan infeksi pada janin dan bayi yang dilahirkan akan mengalami cacat lahir/lumpuh.

Vaksin cacar air diberikan sebelum hamil apabila calon ibu belum pernah menderita penyakit cacar. Cacar air sangat mudah menular sehingga bila ibu mengalami cacar air di awal kehamilan, janin mengalami risiko mengalami cacat lahir bawaan. Bila ibu terkena cacar air menjelang persalinan atau di trimester akhir kehamilan, virus cacar air menyebabkan infeksi cacar yang parah pada bayi setelah lahir. 

PNEUMOKOKUS
“Bagi Anda perokok aktif sebelum hamil, memiliki penyakit jantung, paru-paru, ginjal, atau diabetes wajib melakukan vaksin pneumokokus,” kata Kathryn Wright, MD., dari Facey Medical Group di California Selatan.

Perempuan dengan kondisi di atas berisiko tinggi mengalami pneumokokus. Karena itu, sebelum merencanakan kehamilan ada baiknya Anda berkonsultasi dengan dokter.

TETANUS TOKSOID
Tetanus terjadi jika Anda mengalami luka akibat digigit hewan, cIdera, tertusuk besi berkarat atau paku berkarat, atau luka bakar.  Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Clostridium tetani yang masuk ke dalam luka yang kotor.

Jika ibu hamil terkena tetanus akan menular pada janin yang dikandungnya. Pada ibu yang melahirkan dengan proses persalinan yang tidak steril, bayinya akan mengalami tetanus neonatorum. Penyakit ini tidak menular namun mematikan.

Lakukan vaksin tetanus sebelum Anda menjalani kehamilan. Vaksin ini tersedia di puskesmas, klinik bersalin, dan rumah sakit.

HEPATITIS A & B
Ada 5 jenis penyakit hepatitis yaitu hepatitis A, B, C, D, dan E. Beberapa penyakit hepatitis disebabkan oleh kebiasaan minum alkohol (alkoholik), gaya hidup yang kurang menjaga kebersihan, gonta-ganti pasangan, atau karena penyakit autoimun.

Penderita hepatitis mengalami peradangan hati yang membuat seluruh tubuh berwarna kuning (dapat terlihat dari kulitnya dengan jelas). Jika Ibu hamil terkena hepatitis dapat menyebabkan infeksi pada bayi baru lahir dan bayi terlahir prematur.

Anda dapat melakukan vaksinasi hepatitis A & B sebelum menjalani kehamilan. Oh iya, khusus vaksinasi hepatitis B dapat dilakukan juga saat Anda menjalani kehamilan.

VAKSIN FLU
Vaksin ini memang dapat diberikan saat Anda sudah menjalani proses kehamilan. Namun, ada baiknya mencegah daripada Anda mengalami demam dan flu berat saat hamil, bukan?

Saat Anda hamil dan terkena flu berat tentu akan membuat daya tubuh lebih lemah, serta bisa membuat Anda uring-uringan. Tidak sembarang obat bisa diminum untuk meredakan flu Anda saat hamil. Jadi, lakukan vaksin flu satu bulan sebelum Anda merencanakan kehamilan, ya.

Vaksin HPV
Humanpapillovirus adalah penyebab kanker serviks. Vaksin ini dianjurkan untuk Anda yang berusia maksimal 26 tahun dan sudah melakukan hubungan seksual. 

Belum ditemukan kaitan antara HPV dan keguguran, kelahiran prematur atau komplikasi  kehamilan. Jarang pula terjadi infeksi HPV menular ke bayi baru lahir, meski risiko itu tetap ada. Bayi baru lahir yang terinfeksi HPV berisiko terkena tumor jinak di laring yang disebut papilomatosis laring. Sedangkan pada ibu hamil, infeksi HPV dapat mengakibatkan kanker serviks dan kutil kelamin. Pada janin, infeksi HPV menyebabkan persalinan jadi lebih sulit. 
 

Direvisi 09/5/22

Maria Soraya Az Zahra

Baca juga
- 16 Fakta Vaksinasi yang Perlu Anda Ketahui
- Bumil Juga Perlu Vaksinasi
- Vaksinasi di Masa Kehamilan

 



Artikel Rekomendasi