Yang Mengganggu Kesuburan Calon Ibu itu Terlalu Gemuk atau Terlalu Kurus?

 

 
123RF



 
Jika Anda ingin memiliki anak namun merasa terlalu gemuk atau bahkan terlalu kurus, Anda harus mulai memikirkan apa dampaknya bagi kesuburan.

TERLALU GEMUK
Terlalu gemuk adalah keadaan seseorang mengalami kelebihan berat badan. Seorang dikatakan kegemukan bila nilai Indeks Masa Tubuhnya (IMT) 25-30. Spesialis fertilitas dari University of Adelaide, Australia, Profesor Rob Norman melalui penelitiannya menemukan sebuah fakta, seorang perempuan yang kelebihan berat badan kerap mengalami gangguan kesuburan, sehingga peluang untuk hamil cenderung menurun.

Ketidakseimbangan hormonal kerap terjadi sehingga menyebabkan sel telur menjadi tidak matang dan sulit untuk dibuahi.

Memengaruhi siklus menstruasi melalui jaringan adipose yang aktif akan mempengaruhi rasio hormon estrogen dan endrogen. Akibatnya, terjadi ketidakseimbangan hormonal yang mengganggu siklus haid dan memengaruhi kesuburan.

Berisiko terkena penyakit degeneratif di antaranya diabetes melitus tipe II, stroke, hipertensi, dan penyakit kardiovaskular. Menurut dr. Dinda Derdameisya, SpOG dari Rumah Sakit Ibu dan Anak Brawijaya, Jakarta, sebaiknya perempuan dengan berat badan berlebih menurunkan berat badan sampai ke kisaran IMT ideal. Hal ini akan mengembalikan metabolisme tubuh yang optimal dan menyeimbangkan hormon sehingga terjadi pematangan sel telur yang berakhir pada pelepasan sel telur ke saluran telur untuk siap dibuahi sperma.


TERLALU KURUS
Berat badan seseorang disebut kurus bila IMT nya sekitar 14 - 18. Dr. Richard Sehrbahn, pakar fertilitas dari Chicago, AS, mengatakan perempuan yang terlalu kurus lebih sulit hamil dibanding perempuan gemuk. Produksi hormon menjadi lebih sedikit, mengakibatkan tingkat kesuburan menurun.

The American Society of Reproductive Medicine, melaporkan bahwa IMT 18,5 atau kurang dapat menyebabkan siklus menstruasi yang tidak teratur dan ovulasi untuk berhenti.

Menurut American Academy of Family Physicians, perempuan yang terlalu kurus cenderung memiliki daya tahan tubuh lemah, sehingga rentan terserang penyakit akibat infeksi mikro organisme, seperti influenza yang akan memengaruhi hubungan seksual dan menghambat terjadinya proses kesuburan.

Menurut dr. Dinda Derdameisya, SpOG perempuan yang terlalu kurus umumnya memiliki lemak yang tersimpan di tubuh sangat sedikit. Padahal lemak berfungsi sebagai precursor dalam pembentukan hormon estrogen. Jika hormon estrogen rendah, maka akan memengaruhi pola siklus menstruasi yang pada akhirnya akan menghambat terjadinya kehamilan. Dengan menaikkan berat badan diharapkan lemak meningkat sehingga hormon estrogen akan kembali meningkat. Siklus haid teratur dan kesuburan akan kembali.




Baca Juga:
Cara Mengatasi Obesitas Jika Ingin Hamil
Waspada! 3 Hal Berikut Penyebab Anda Belum Hamil Juga

 

Artikel Rekomendasi

post4

5 Tips di Masa Prakonsepsi

Jika Anda sedang berusaha memiliki bayi, apa saja yang harus dilakukan agar kondisi Anda tetap prima saat hamil nantinya? Simak 5 tips berkut:... read more