Home » Tumbuh Kembang » Cari Content

 

Menyusui Ala Ayah ASI

Menyusui Ala Ayah ASI  Ayahbunda.co.id
Image by : Dokumentasi Ayahbunda
Tidak ada rumus baku untuk sukses menjadi Ayah ASI. Setiap ayah punya gaya masing-masing dan setiap pasangan memiliki ‘bahasa’ yang khas. Para Ayah ASI, berbagi kepada pembaca Ayahbunda bagaimana cara mereka menyukseskan pemberian ASI untuk buah hati tercinta.
  • Menjadi ‘cheerleader’ untuk istri saat menyusui. Ini akan membuatnya lebih rileks dan ASI pun menjadi lebih lancar. Saat ibu senang, hormon prolaktin dan oksitosin yang penting untuk produksi ASI akan bekerja lebih baik. Berikan pesan singkat berisi kata-kata mesra di siang hari, kejutan kecil ataupun sekadar memandikan anak tanpa disuruh. Semua itu bisa memberikan ibu kebahagiaan tersendiri.
  • Menjadi juru bicara dan pelindung. Disinilah ayah berperan menjadi ‘benteng’ pertahanan bunda dari ‘serangan’ mitos-mitos. Carilah informasi sebanyak-banyaknya kepada ahlinya. Bergabunglah dengan kelompok pendukung ASI. Jika istri bekerja, jangan sungkan bicara dengan atasannya agar istri diberikan waktu, kalau perlu tempat khusus, untuk memompa ASI. Biarkan semua orang tahu istri kita sedang menyusui.  
  • Menjadi manajer yang baik. Proses menyusui akan lebih mudah dengan mengatur persediaan ASI perahan (ASIP). Anda bisa memulai mengaturnya dengan membuat daftar apa saja yang diperlukan untuk menyimpan ASI, diantaranya mencari stok botol dan memberikan label tanggal ASI masuk freezer. Temani istri saat sedang memompa di malam hari dan selalu ingatkan istri untuk memompa ASI. Ayah adalah manajer logistik ASIP.
  • Menjadi orangtua yang sebenarnya. Tugas ayah bukan sekedar pengambil keputusan atau pencari nafkah. Namun juga harus terlibat total dalam urusan rumah tangga. Mulai dari mengurusi anak hingga belanja keperluan keluarga. Bayangkan ibu menyusui harus bertahan kurang lebih 15 menit di posisi yang sama selama 2-3 jam sekali. Proses yang cukup melelahkan ini butuh seorang super ayah yang ikut intervensi urusan rumah.
  • Be a Google! Jangan hanya istri yang cari tahu informasi tentang ASI. Alangkah baiknya jika Ayah juga bisa menjadi sumber informasi. Buatlah daftar pertanyaan dari istri di pagi hari sebelum berangkat ke kantor, dan ketika pulang ke rumah, sudah siap dengan segudang jawaban. Diskusikan dengan istri jawaban-jawaban itu.
  • Tidak egois. Prioritas seorang suami adalah keluarganya, bukan pekerjaan apalagi hobi. Dan tugas suami tidak selesai ketika sejumlah uang ditransfer ke rekening istri. Tugas seorang ayah juga tidak selesai hanya ketika membelikan mainan pada anak atau mengajaknya jalan-jalan ke mall. Jadilah bagian dari keluarga dengan seutuhnya, bukan sekadar ATM berjalan.   
  • Bijaksana. Tahan emosi saat menghadapi lingkungan yang terlalu fleksibel soal ASI. Cari dan beri pemahaman dengan cara yang tepat, santai dan bijaksana pada orangtua, mertua, dll. Tempelkan kertas-kertas berisi informasi tentang ASI di kulkas, jadi secara tidak langsung mereka juga bisa membacanya. Letakkan buku-buku tentang ASI di tempat yang mudah terlihat agar mereka bisa ikut membacanya.
  • Beri motivasi, bukan paksaan. Kadang istri bisa menjadi emosional, merasa lelah, lalu ingin berhenti menyusui. Dalam kondisi seperti ini, jadilah pendengar yang baik, pahami kesulitan istri, ajak istirahat sejenak dan nikmati waktu romantis berdua. Terus yakinkan ia bahwa ASI adalah yang terbaik untuk buah hati. Bisikan kata-kata lembut seperti “Baby, don’t give up. I’m with you” sambil tersenyum.
  • Lepaskan beban. Jangan menjadikan dukungan terhadap proses menyusui sebagai beban. Mendampingi istri menyusui adalah bagian dari kewajiban alamiah seorang suami sekaligus tanggung jawab ayah pada anaknya. Belajarlah bersama-sama dengan istri.
  • Berbagi. Jangan menutup diri dan buka jaringan pergaulan serta informasi seluas-luasnya. Sharing membuat  Anda semakin memahami persoalan, dan belajar lebih banyak tentang suatu hal dengan dimensi dan perspektif beragam. Semakin banyak informasi, semakin memudahkan Anda mengambil langkah yang tepat. (me)
Baca juga:
Ayah Ikut Menyusui
Tip Bonding Ayah dan Anak
Sukses Menjadi Ayah Baru
Ayah Baru Wajib Punya Benda Ini



Komentar

200 karakter tersedia

** Dengan meng-klik tombol "kirim" berarti kami telah menyetujui Privacy Policy & Disclaimer kami.
 
Kirim ke Teman
Nama
Email

Pesan
200 karakter tersedia
* Jika Anda telah login, maka email akan terkirim dengan nama Anda

>  Seni Memberi Nama Anak   37921   
>  Buang Stres Saat Hamil!   24137   
>   Penularan AIDS Pada Bayi   20456   
>  2 Jenis Senyum Bayi   17449   
>  Balita Hobi Tampil   11011   

 
 border=
Susu Kehamilan
Apakah Anda mengonsumsi susu khusus ibu hamil, sebelum hamil?
Ya
Tidak