Penyebab dan Ciri Gangguan Ovarium

 

Fotosearch

Untuk Anda, calon ayah dan bunda, diperlukan pengobatan dalam jangka panjang, terutama bila calon ibu berencana untuk hamil.  Oleh sebab itu ada baiknya jika Anda memeriksakan kesehatan sebelum berencana memiliki momongan. Salah satu hal yang wajib diketahui adalah apakah istri Anda mengalami Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) atau tidak.
 
Dalam mendiagnosis seseorang terkena PCOS, dokter akan melakukan beberapa rangkaian pemeriksaan. Di antaranya pemeriksaan fisik, mengukur tinggi dan berat badan, indeks massa tubuh, kondisi kulit, bagian reproduksi, kondisi payudara, perut, serta kelenjar tiroid-, tes darah mengecek kadar gula darah, hormon, dan kolestrol, dan tes ultrasound mengecek adanya kista dalam ovarium.

Meskipun tidak dapat disembuhkan, PCOS dapat dikontrol. Misalnya, penderita PCOS dengan obesitas disarankan untuk menurunkan dan menjaga berat badan agar tetap ideal, berhenti merokok karena wanita perokok memiliki kadar androgen lebih tinggi dibanding yang tidak, dan tindakan pembedahan serta terapi hormon bila diperlukan.  Hiperandrogen yang disebabkan adanya tumor pada ovarium dapat diatasi dengan melakukan tindakan operasi.

Berikut ini ciri-ciri jika Anda mengalami PCOS: 

1. Dr. James Simon, MD, CCP, NCMP, IF, FACOG, Clinical Professor dari George Washington University, AS, mengatakan, 10% calon ibu dengan hiperandrogen sudah pasti mengalami PCOS.

2. Kebanyakan wanita dengan PCOS memiliki berat badan berlebih, meskipun demikian tidak menutup kemungkinan PCOS juga melanda wanita dengan berat tubuh yang normal. Konsultasi ke dokter agar bisa segera ditangani, sebab penderita PCOS juga berisiko terkena penyakit lain, seperti: kadar kolestrol darah meningkat, hipertensi selama hamil, diabetes tipe 2, penyakit jantung, infertilitas, kadar lemak abnormal, dan gangguan menstruasi berupa perdarahan yang tidak normal. 

3. Menstruasi tidak teratur.

4. Pertumbuhan rambut secara berlebihan, umumnya di wajah, dada, punggung, dan bokong.

5. Kulit berminyak serta berjerawat.

6. Mengalami kerontokan pada rambut kepala.

7. Mengalami kesulitan hamil.

Sedangkan menurut Suzanne R Trupin MD, Clinical Professor of Obstetrics and Gynecology dari University of Illinois College of Medicine, Urbana, AS, menyebutkan polycystic ovarian syndrome (PCOS) menyerang 1 dari 10 wanita berusia produktif. Keadaan PCOS ini memang dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon. Produksi androgen dalam tubuh berperan besar saat seseorang memasuki masa pubertas, puncaknya ketika berusia 20-an, dan akan menurun hingga 50% saat memasuki masa menopaus.

(FIN/ERN)

Baca Juga
WASPADA! INI TANDA-TANDA KELEBIHAN HORMON
PENYEBAB KELEBIHAN HORMON YANG BISA MENYEBABKAN SUSAH HAMIL

 



Artikel Rekomendasi

post4

Calon Ayah Harus Periksa Apa?

Idealnya, setiap calon ayah memeriksakan diri sebelum berencana punya anak. Tentu saja pemeriksaan fisik dan laboratorium penting agar kehamilan sehat tercapai.... read more

post4

5 Tips di Masa Prakonsepsi

Jika Anda sedang berusaha memiliki bayi, apa saja yang harus dilakukan agar kondisi Anda tetap prima saat hamil nantinya? Simak 5 tips berkut:... read more