Mengenali dan Menolong Batita Stress

 

Foto: shutterstock


Anak-anak kecil  juga bisa stress, meski tampaknya hidupnya begitu nyaman. 

 

Anak-anak di setiap usia mengalami kecemasan dan stress. Cara mereka merespon sangat tergantung usia, kepribadian, dan mekanisme mengatasinya. Untuk orang tua, mengenali tanda anak kecil stress tidak mudah, juga mengatasinya. 

 

Perubahan kecil dan tampak sepele di dalam keluarga, bagi batita tetap saja sulit dipahami atau diatasi, karena mereka belum punya skill untuk mengungkapkan perasaannya. Anak usia batita mengungkapkan ekspresinya lewat perubahan perilaku. Ini tandanya:

 

1. Rewel parah, menempel terus karena cemas. Ini bisa terjadi bukan hanya karena perubahan di dalam rumah, tetapi perubahan pada dirinya seperti milestone. Misalnya Anda menyapihnya dari ASI karena dia sudah akan punya adik. Disapih bisa membuat anak cemas. 

Bantuan: anak butuh sesuatu yang bisa membuatnya tenang saat ada perubahan di sekitarnya. Temukan sesuatu yang bisa disukai anak dan bisa membuatnya tenang. 

 

2. Tidurnya terganggu, misalnya tiba-tiba terbangun di antara tidur nyenyaknya lalu menangis. Atau bentuk lain, tidur sambil jalan (somnabulism). Jangan dibangunkan ketika proses ini sedang berlangsung. Peluk dan gendong, kembalikan anak ke tempat tidurnya. Temani sampai dia tenang. 

 

3. Muncul masalah perilaku. Umumnya anak mengalami regresi. Misalnya sudah lama tidak ngompol tiba-tiba ngompol lagi. Atau minta dot. Kelahiran adik bisa membuat anak cemas dan steres. 

Bantuan: jangan tekankan anak untuk berperilaku sebagai anak besar, karena ini membingungkan, membuatnya kembali ke fase sebelumnya. Jangan dikritik perilaku anak yang kebayi-bayian. Minta anak untuk menemani adiknya bila bunda akan ke kamar mandi.

(IR)

 



Artikel Rekomendasi